Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kaji Pembayaran Lewat Rubel, Jokowi Disebut Bakal Beli Minyak Mentah Rusia

Pemerintah masih mempertimbangkan pembelian minyak mentah dari Rusia menggunakan rubel. Salah satu kekhawatiran adalah blokade ekonomi Amerika Serikat.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 21 Agustus 2022  |  11:23 WIB
Kaji Pembayaran Lewat Rubel, Jokowi Disebut Bakal Beli Minyak Mentah Rusia
Sebuah papan reklame digital menampilkan nilai tukar sejumlah mata uang di pintu sebuah gerai penukaran mata uang di Moskwa, Rusia, Kamis (24/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi "demiliterisasi" Ukraina, yang memicu kecaman internasional dan ancaman AS akan "sanksi berat" lebih lanjut terhadap Moskwa serta membuat lantai bursa di sejumlah negara jatuh. - Bloomberg/Andrey Rudakov
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebutkan bakal membeli minyak mentah dari Rusia dengan harga lebih murah 30 persen dari harga yang berlaku saat ini di pasar internasional sekitar US$96,72 per barel. Pemerintah belakangan tengah menghitung peluang transaksi menggunakan mata uang Rusia, Rubel (RUB) untuk menghindari potensi sanksi yang diberikan blok Barat.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam acara CEO Mastermind 7 seperti dikutip dari akun instagram pribadinya, Minggu (21/8/2022). Sandi mengatakan Rusia telah menawarkan minyak mentah mereka ke Indonesia setelah India setuju membeli komoditas energi primer itu pada pertengahan tahun ini.

“Kalau buat teman-teman CEO mastermind ambil gak? Ambil! Pak Jokowi pikir yang sama [untuk] ambil,” kata Sandi.

Kendati demikian, Sandi mengatakan sebagian pihak menilai negatif rencana impor minyak mentah tersebut dari Rusia. Alasannya, Indonesia berpotensi untuk menerima sanksi dari blok Barat termasuk Amerika Serikat.

Di sisi lain, dia menambahkan, Amerika Serikat menguasai teknologi pembayaran lintas negara bahkan benua yang dapat memantau transaksi perdagangan antar negara lewat pembayaran US dolar. Hal itu, kata dia, menjadi kekhawatiran sebagian pihak untuk membeli minyak mentah dari Rusia.

“Setiap pengiriman US dolar harus lewat New York, kenapa kita takut mengambil minyak Rusia karena kita takut SWIFT-nya dimatikan,” tuturnya.

Dia mengatakan pemerintah sedang berhitung untuk membuka peluang pembayaran impor minyak Rusia itu dapat dilakukan lewat Rubel.

“Kata Rusia, ga usah takut bayar, pakai Rubel saja convert dari Rupiah ke Rubel. Nah ini yang teman-teman di sektor keuangan lagi hitung-hitung,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Harga minyak mentah global melonjak sekitar tiga persen pada Jumat pagi WIB, karena data ekonomi AS positif dan konsumsi BBM AS yang kuat mengimbangi kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara lain dapat melemahkan permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober terangkat US$2,94 dolar AS atau 3,1 persen, menjadi menetap di US$96,59 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September menguat US$2,39 atau 2,7 persen, menjadi ditutup pada US$90,50 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak minyak mentah Jokowi Rusia amerika serikat
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top