Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sempat Ditutup Akibat Kontroversi Xinjiang, H&M Kembali Jualan di E-commerce Tmall Alibaba

Sebelumnya, toko H&M di e-commerce milik Alibaba tersebut dihapus oleh sistem China karena telah mengkritik pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  15:39 WIB
Sempat Ditutup Akibat Kontroversi Xinjiang, H&M Kembali Jualan di E-commerce Tmall Alibaba
H&M - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Outlet resmi raksasa mode Swedia H&M di platform e-commerce Tmall kembali dibuka pada Selasa (16/8/2022) setelah 16 bulan ditutup.

Dilansir dari Channel News Asia pada Selasa (16/8/2022), sebelumnya toko H&M di e-commerce milik Alibaba tersebut dihapus oleh sistem China karena telah mengkritik pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait pembukaan kembali H&M di Tmall Alibaba.

Diketahui, Tmall dan banyak platform serta aplikasi di China lainnya menghapus referensi ke H&M saat merek fesyen tersebut berjanji untuk tidak menggunakan kapas dari wilayah Xinjiang dengan alasan kekhawatiran tentang pelanggaran HAM di sana.

Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok HAM memperkirakan lebih dari satu juta orang, terutama Uyghur dan minoritas Muslim lainnya, telah ditahan dalam beberapa tahun terakhir di sistem kamp yang luas di Xinjiang. China segera membantah semua tuduhan tersebut.

H&M, peritel mode cepat terbesar kedua di dunia, pertama kali dibuka di Tmall pada Maret 2018.

Itu adalah salah satu dari banyak merek Barat yang terjebak dalam kontroversi kapas Xinjiang pada Maret tahun lalu dan secara tidak proporsional terkena dampak sebagai salah satu yang pertama menjadi sasaran netizen di media sosial Tiongkok.

Meskipun merek lain seperti Nike, Adidas, Burberry, dan Converse hanya berujung pada pemutusan kerja sama oleh brand ambassador karena komitmen publik mereka untuk tidak menggunakan kapas Xinjiang, H&M adalah satu-satunya merek yang identitas onlinenya di China dihapus sedemikian rupa.

Sejak Maret 2021, H&M hanya dapat menjual secara online di China melalui situsnya dan program mini di WeChat, tetapi belum tersedia atau dapat dicari di platform pihak ketiga utama, seperti Tmall atau JD.com.

Pada Juni, H&M menutup outlet luring andalannya di Shanghai akibat reaksi konsumen terhadap kontroversi kapas Xinjiang dan lockdown di kota tersebut.

H&M memasuki China pada 2007 dengan pembukaan outlet utama tiga lantai di Shanghai dan berkembang pesat. H&M pun kini memiliki lebih dari 500 toko di China awal tahun lalu, tetapi situsnya saat ini hanya mencantumkan 375.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alibaba china
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top