Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JELAJAH MIGAS RIAU: Dapat Mandat SKK Migas, SPR Langgak Waspada Tumpahan Minyak di Blok West Kampar

SKK Migas memberikan tugas kepada SPR Langgak untuk menjaga dan mengawasi Lapangan Pendalian West Kampar setelah terjadinya tumpahan minyak pada 2021.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 14 Agustus 2022  |  23:40 WIB
JELAJAH MIGAS RIAU: Dapat Mandat SKK Migas, SPR Langgak Waspada Tumpahan Minyak di Blok West Kampar
Karyawan SPR Langgak sedang beraktivitas di depan bekas fasilitas produksi Lapangan Minyak Pendalian West Kampar, Sabtu (13/8 - 2022). SPR Langgak ditugaskan oleh SKK Migas untuk menjaga dan mengamankan lokasi lapangan minyak Pendalian West Kampar dari potensi tumpahan minyak, karena sudah tidak beroperasi setelah perusahaan operatornya berstatus pailit. Bisnis/Arif Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU - SPR Langgak selaku operator lapangan minyak WK Langgak tetap siaga dan mengantisipasi terjadinya oil spill atau tumpahan minyak dari Blok West Kampar.

Adapun, Blok West Kampar yang terletak di Desa Pendalian, Rokan Hulu, Provinsi Riau itu sebelumnya dioperasikan PT Sumatra Persada Energi (SPE) yang kini sudah tidak beroperasi karena pailit.

Tim Leader Production SPR Langgak yang saat itu bertugas melakukan pengawasan di Lapangan Pendalian West Kampar Andri menjelaskan bahwa SKK Migas memberikan tugas kepada SPR Langgak untuk menjaga dan mengawasi Lapangan Pendalian West Kampar setelah terjadi tumpahan minyak cukup besar pada 2021 silam.

"2017 lalu pernah juga kami membantu membersihkan tumpahan minyak di sini. Lalu mulai 29 Agustus 2021 kami secara resmi ditugaskan SKK Migas untuk menjaga dan mengamankan aset serta produksi minyak yang masih tersisa sekaligus mengantisipasi kembali terjadinya tumpahan minyak," ujarnya kepada Tim Jelajah Migas Riau, Minggu (14/8/2022).

Selain menerjunkan personel perusahaan, SPR Langgak juga melibatkan aparat kepolisian untuk menjaga keamanan dan warga sekitar lokasi lapangan Pendalian West Kampar. Kini ada total 11 orang yang bertugas membersihkan dan menjaga sisa aset produksi tersebut, yang terdiri dari 5 pompa sumur minyak, dua tangki kapasitas besar 100 barrel, dan belasan tangki kapasitas kecil 40 barrel, serta pompa-pompa.

Dia menyebutkan lapangan migas ini dulunya beroperasi mulai 2005 dan pernah mencapai produksi 500 bopd atau rerata 400 bopd menjelang akhirnya ditutup dari perusahaan kontraktor SPE, yang kini telah berstatus pailit.

Sementara itu dari 5 sumur yang masih tertinggal, terkadang terjadi natural flow yang menyebabkan minyak dari dalam bumi keluar, jika hal tersebut terjadi maka dapat menimbulkan pencemaran lingkungan bila tidak dilakukan pembersihan.

"2021 itu termasuk kasus tumpahan yang besar dari lapangan Pendalian West Kampar ini, karena tumpahan minyak sudah menyebar kemana-mana dan hampir memasuki aliran anak sungai di sekitar lokasi. Hingga kini kami terus menjaga dan kami berkomitmen untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi hal serupa kedepannya," jelas Andri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas riau minyak
Editor : Dwi Nicken Tari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top