Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Staycation Topang Pertumbuhan Sewa Apartemen Semester I/2022

Apartemen sewa bertahan karena layanan staycation, short stay, dan sewa harian yang ditawarkan pengelola.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 12 Agustus 2022  |  00:30 WIB
Staycation Topang Pertumbuhan Sewa Apartemen Semester I/2022
Apartemen Kizo Residence di kawasan Fatmawati Jakarta Selatan. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Penurunan tingkat hunian apartemen sewa oleh sebab dua tahun pandemi masih tak terelakkan. Namun, subsektor properti ini masih bertahan karena layanan staycation, short stay, dan sewa harian yang ditawarkan pengelola.

Laporan Jakarta Property Hightlight pada semester I/2022 mencatat tingkat sewa apartemen berada di angka 58,8 persen yang menguat 0,4 persen dari semester sebelumnya. Sementara secara tahun ke tahun, angka tersebut lebih baik 1,45 persen.

Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip mengklaim hal ini sepatutnya menjadikan pasar apartemen sewa tumbuh positif meski secara perlahan. Apalagi akan ada sejumlah proyek baru yang hadir di tahun ini.

"Performa tahunan dari subsektor apartemen sewa di tahun ini seharusnya lebih baik dari tahun sebelumnya, dengan 83 persen future project yang berada dalam fase konstruksi memberikan sinyal dalam perbaikan performa sektor apartemen sewa tahun ini," kata Willson, Kamis (11/8/2022).

Diketahui pada semester ini terdapat 429 unit baru dengan total 9.348 unit apartemen sewa di Jakarta. Sementara itu, hingga tahun 2025 mendatang Knight Frank mencatat akan ada 10 proyek baru yang memberikan pasokan hingga 1.619 unit ke pasar.

Senior Research Advisor Knight Frank Syarifah Saukat menuturkan dengan total ketersediaan unit saat ini, sebanyak 34 persen proyek pengembang masih menahan kenaikan harga sewa.

Sementara sebagian lainnya tercatat menurunkan harga hingga 3,34 persen pada semester 1/ 2022. Hal ini karena kondisi pasar masih belum stabil dan rentan penurunan permintaan.

"Rerata harga sewa unit di CBD menurun di kisaran 0,3 persen, sementara rerata harga sewa unit di area prime-non CBD naik berkisar 1,5 persen dari semester lalu," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen properti staycation
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top