Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Jokowi Kaget Lihat Progres Proyek Terminal Kijing

Presiden Jokowi kaget melihat progres proyek Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak yang diyakini dapat mendukung potensi hilirisasi di Kalimantan Barat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 Agustus 2022  |  14:42 WIB
Presiden Jokowi Kaget Lihat Progres Proyek Terminal Kijing
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peresmian Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak, Selasa (9/8/2022). - Dok. BKIP Kemenhub
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kaget saat melihat wajah Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang banyak mengalami perubahan dibandingkan dengan pada saat ground breaking sebelumnya.

Kepala Negara optimistis pelabuhan ini dapat mendukung potensi hilirisasi yang ada di Kalimantan Barat karena kondisi pelabuhan tersebut sudah optimal baik untuk pengangkutan kontainer maupun non peti kemas seperti curah, curah cair. Semuanya, memiliki potensi yang besar, terutama yang berkaitan dengan crude oil, alumina, dan bauksit.

"Saya kaget karena dulu saat ground breaking pikiran saya tidak segede ini. Akan sangat bagus bahwa terminal pelabuhan yang dibangun ini memang betul-betul sudah dicek feasibility studies-nya dan kebutuhannya," ujarnya setelah peresmian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Selasa (9/8/2022).

Menurutnya, dengan mendukung hilirisasi CPO dan bauksit akan tercipta industrialisasi dan mendapatkan nilai tambah. Hal tersebut baik untuk urusan pendapatan negara, pajak untuk perusahaan, pajak karyawan, pajak dari badan, bea keluar, PNBP, yang bisa membuka lapangan kerja.

Jokowi juga membuka peluang investor untuk masuk ke Pelabuhan yang terletak di Kalimantan Barat ini. Menurutnya, dengan masuknya investasi akan ada capital inflow yang masuk dan memperkuat ekonomi Indonesia.

Produksi CPO pada 2021 mencapai 5 juta ton, dan diperkirakan sudah di posisi 7 juta ton pada 2030. Kalimantan Barat juga memiliki cadangan bauksit terbesar di Indonesia, yakni 840 juta ton atau 67 persen dari total cadangan bauksit di Indonesia.

Selain itu, potensi pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan Terminal Kijing juga masih terbuka lebar. Sehingga dibutuhkan lahan sekitar 2.000-3.000 hektar yang bisa dimanfaatkan untuk kawasan industri dan program hilirisasi industri.

Adapun, terminal yang terletak di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, ini nantinya ditargetkan sebagai pengganti Pelabuhan Pontianak secara bertahap.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan Pembangunan Terminal Kijing sejalan dengan salah satu target merger perseroan yang berperan untuk mendukung pengembangan infrastruktur yang lebih terkoordinasi, sehingga dapat menciptakan konektivitas maritim dan hilirisasi industri.

"Pelabuhan Pontianak nantinya akan dimaksimalkan untuk melayani kegiatan lainnya seperti kapal penumpang atau kapal ro-ro dan layanan lainnya untuk mendukung kegiatan penumpang antar pulau yang menggunakan transportasi laut,” jelasnya.

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pelabuhan pelindo Kemenhub menhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top