Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemen PUPR Butuh Rp 43,7 Triliun Bangun IKN, Buat Apa Saja?

Kebutuhan anggara KemenPUPR untuk membangun IKN sebesar Rp 43,7 triliun, simak rinciannya.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 05 Agustus 2022  |  08:15 WIB
Kemen PUPR Butuh Rp 43,7 Triliun Bangun IKN,  Buat Apa Saja?
Huma Betang Umai, karya SHAU Architectures, Studi APTA dan Cilaki memenangkan juara kedua desain Istana Wakil Presiden (Wapres) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara - Dok. Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memproyeksikan kebutuhan anggaran untuk pembangunaan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur mencapai Rp 43,7 triliun selama 2022-2024.

Ketua Bidang Pelaksanaan Transportasi Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Atyanto Busono mengatakan anggaran tersebut diperlukan hanya untuk pembangunan oleh Kementerian PUPR.

"Ini baru dari PUPR, kita sampai 2024 butuh dana Rp 43 triliun ini untuk kita saja," kata Atyanto di acara Seminar 'Mendukung Pemabngunan IKN Berkelanjutan' di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Atyanto menuturkan jumlah anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan yang dilakukan beberapa bagian dari PUPR misalnya Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Sumber Daya Air, dan Ditjen Perumahan.

Adapun biaya tersebut merupakan total dari estimasi kebutuhan sumber daya material dan peralatan konstruksi. Beberapa di antaranya yaitu:

- Aspal sebanyak 396.620 ton
- Semen sebanyak 1.943.092. ton
- Baja sebanyak 425.418 ton
- Beton Pracetak 748.433 ton
- Peralatan 2.761 unit

Di sisi lain, Direktur Kelembagaan & Sumber Daya Konstruksi Kemen PUPR Nicodemus Daud mendorong pembelanjaan material untuk pembangunan kawasan IKN menggunakan produk dalam negeri yang sudah terintegrasi di e-Katalog.

Pasalnya, ia menunjukkan data utilitasi beberapa produk dalam negeri masih rendah, artinya masih banyak produk impor yang memenuhi pasar nasional.

"Maka selain semua elemen atau material pembangunan IKN itu mengarah pada ramah lingkungan, memiliki sertifikasi menjadi penting untuk memastikan semua pembangunan menggunakan sebanyak-banyaknya produk dalam negeri," kata Nicodemus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IKN ibu kota negara Ibu Kota Baru Pemindahan Ibu Kota Kementerian PUPR Menteri PUPR
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top