Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IKN Bakal Dibangun Ramah untuk Pejalan Kaki, Begini Konsepnya

Kondisi transportasi di IKN Nusantara dipastikan akan sangat berbeda dengan Ibu Kota Jakarta saat ini.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  16:00 WIB
IKN Bakal Dibangun Ramah untuk Pejalan Kaki, Begini Konsepnya
Pradesain Istana Negara berlambang burung Garuda di Ibu Kota Negara (IKN) karya seniman I Nyoman Nuarta - Twitter
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, memastikan skema transportasi di IKN akan mengusung konsep Ten Minute City atau Kota Sepuluh Menit.

Ketua Bidang Pelaksanaan Transportasi Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN Atyanto Busono memaparkan konsep pembangunan IKN Nusantara nantinya akan mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dan ramah untuk para pejalan kaki.

"Di kota ini, benar-benar orang bisa jalan kaki, nyaman. Konsep Ten Minute City ini membuat orang jalan kaki mudah ke fasilitas umum. Jalan kaki ketemu terminal, klinik, sekolah, dan sebagainya," kata Atyanto di acara Seminar 'Mendukung Pembangunan IKN Berkelanjutan' di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Atyanto menggambarkan kondisi transportasi di IKN akan sangat berbeda dengan Ibu Kota Jakarta saat ini. Pasalnya, 80 persen lalu lintas akan diramaikan oleh transportasi umum.

"Jam sibuk 80 persen itu harus public transport. Nggak ada mobil pribadi, akan dipersulit. Tapi jalan kaki aman, teduh, mungkin nanti ada juga bike sharing," ujarnya.

Dia memastikan nantinya kendaraan pribadi akan dikurangi, khususnya di jalan utama pada saat jam-jam sibuk. Atyanto menjamin pembangunan transportasi akan fokus pada kenyamanan pejalan kaki.

Adapun, transportasi umum yang nantinya akan disediakan di IKN yaitu jaringan Bus Rapid Transit (BRT), transportasi massal autonomus seperti minibus, dan didukung sistem transportasi cerdas.

Atyanto juga membandingkan dengan kondisi lalu lintas di Jakarta yang saat ini begitu banyak kerawanan mulai dari macet, banjir, hingga jalan rusak. Dia memastikan kondisi tersebut tak akan terlihat di IKN.

"Di Jakarta kita wah macet, transportasi banyak mobil pribadi, kita di jalan banyak saluran mampet, banyak banjir, banyak sekali jalan baru bangun digali. Itu gak ada lagi (di IKN), kita tranformasi ini harus bener-bener orang mobilitas aktif, nyaman, ten minute city," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IKN ibu kota negara Ibu Kota Baru
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top