Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengelola Dana Abadi Tertua di Dunia Diguncang Kasus, Kok Bisa?

Kuwait Investment Authority mengalami guncangan hebat setelah kasus pemecatan salah satu eksekutif pentingnya.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  11:29 WIB
Pengelola Dana Abadi Tertua di Dunia Diguncang Kasus, Kok Bisa?
Lampu di Kuwait Towers, Kuwait City, pada malam hari - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kuwait Investment Authority, pengelola dana kekayaan abadi atau sovereign wealth fund (SWF) tertua dan salah satu yang terbesar di dunia, mengalami guncangan hebat setelah kasus pemecatan salah satu eksekutif pentingnya.

Padahal, SWF ini telah memainkan peran kunci dalam mempersiapkan produsen minyak terbesar keempat OPEC untuk masa depan setelah era minyak surut dan membantu menopang ekonomi karena terpukul oleh pandemi.

Kuwait Investment Authority (KIA) yang mengelola aset US$769 miliar juga merupakan investor global terkemuka, dengan kepemilikan di BlackRock Inc. dan Mercedes-Benz Group AG.

Baru-baru ini, KIA melakukan tindakan yang tidak biasa. SWF ini memutuskan menggulingkan salah satu eksekutifnya di kantor cabang London. Keputusan ini mengejutkan dunia. Pasalnya, SWF negara Teluk ini terbilang tenang dan penuh rahasia.

Berikut ini seluk-beluk dari pembentukan KIA hingga krisis yang mengunjang SWF Kuwait ini:

1. Mengapa KIA dibentuk?

Kuwait Investment Board didirikan di London pada tahun 1953, delapan tahun sebelum negara itu memperoleh kemerdekaan. SWF ini untuk menginvestasikan kelebihan pendapatan minyak dan membantu mendiversifikasi ekonomi Kuwait.

Dewan tersebut kemudian digantikan oleh Kuwait Investment Office (KIO) dan pada tahun 1982, baru lah KIA didirikan sebagai entitas induknya. KIA mengendalikan Dana Cadangan Umum Kuwait yang merupakan gudang utama pendapatan minyak dan membayar pengeluaran anggaran.

Selain itu, KIA mengelola Dana Generasi Masa Depan yang dimaksudkan untuk melindungi kekayaan negara untuk sementara waktu setelah minyaknya habis dan asetnya telah berkembang menjadi lebih dari US$700 miliar. KIA diawasi oleh dewan yang mencakup menteri keuangan dan perminyakan Kuwait.

2. Apa yang diinvestasikan pengelola dana abadi ini?

KIA adalah dana kekayaan negara abadi terbesar kedua di kawasan Teluk, dengan proporsi investasi yang signifikan di AS.

Selama krisis 2008, KIA membeli saham bank termasuk Citigroup Inc.

KIO, cabang Londonnya, telah menjadi investor yang produktif pada tahun lalu dan berpartisipasi dalam daftar perusahaan ekuitas swasta AS TPG Inc.

Tidak seperti induk KIA, KIO berinvestasi secara langsung, terutama di ekuitas publik dan pendapatan tetap.

Adapun, KIA memiliki saham di pelabuhan, bandara dan sistem distribusi listrik secara global, serta di perusahaan regional termasuk Mobile Telecommunications Co., National Hotels, dan Kuwait Telecommunications Co.

Managing Director KIA Ghanem Al-Ghenaiman mengatakan dana tersebut sedang mencari peluang di bidang real estat, energi, dan TI.

3. Mengapa KIA menjadi investor global yang begitu penting?

Negara-negara Teluk telah menanamkan miliaran dolar ke dalam investasi di seluruh dunia untuk mendiversifikasi ekonomi mereka dan dana kekayaan negara telah memainkan peran kunci.

Tujuh SWF terbesar di kawasan ini memiliki aset senilai lebih dari US$3 triliun, termasuk saham di beberapa perusahaan terbesar dunia.

Pengelola dana abadi Kuwait tersebut sangat aktif tahun ini di tengah volatilitas pasar yang lebih luas, dan telah menjadi bagian dari akuisisi senilai setidaknya US$28,6 miliar di luar Timur Tengah dan Afrika - paling banyak untuk periode yang sama.

Di dalam negeri, seperti dikutip Bloomberg, dana abadi Kuwait memainkan peran yang penting. Pasalnya, pemerintah mengandalkan Dana Cadangan Umum untuk pembiayaan karena tidak dapat memanfaatkan pasar global sejak debutnya Eurobond pada 2017.

4. Apa yang terjadi di KIA?

KIA memecat Kepala KIO Saleh Al-Ateeqi, dan memintanya untuk pergi tanpa menjalani periode pemberitahuan tiga bulan.

Mantan mitra McKinsey & Co. Al-Ateeqi dipekerjakan pada tahun 2018 untuk memodernisasi KIO.

Dia meningkatkan asetnya, mempekerjakan eksekutif termasuk kepala investasi, tetapi juga dikatakan telah bentrok dengan beberapa karyawan dengan masa kerja lama.

Adapun, posisi Al-Ateeqi digantikan oleh Hussain Al-Halabi.

Dia sebelumnya bekerja di St Martins Property Group, perusahaan investasi real estat KIA yang berbasis di London.

Sejauh ini, KIO mengelola sepertiga dari total aset KIA, menurut sumber Bloomberg.

5. Bagaimana strategi KIO dapat berubah di bawah pimpinan barunya?

Di bawah kepemimpinan Al-Halabi, KIO kemungkinan akan kembali ke akar konservatifnya dan membuang banyak praktik terkait kinerja yang dijalankan oleh Al-Ateeqi, menurut dua sumber anonim Bloomberg.

Kisah ini bisa berakhir di pengadilan karena Al-Ateeqi telah mengajukan tuntutan terhadap menteri keuangan negara itu yang memecatnya tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Menteri keuangan Kuwait dalam hal ini bertindak sebagai pengawas KIA.

Al-Ateeqi mengklaim pihak berwenang menolak untuk memecat seorang karyawan yang dicurigai memata-matai dana kekayaan Kuwait.

Karyawan tersebut membantah tuduhan tersebut dan menuduh Al-Ateeqi salah urus.

Secara terpisah, tiga mantan karyawan KIO telah mengajukan tuntutan terhadap pengelola dana di London dengan mengklaim pemecatan yang tidak adil, diskriminasi usia dan serta tuduhan whistle-blowing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sovereign wealth fund kuwait Dana Abadi

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top