Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Pangan, LPG, & Tiket Pesawat Menjadi Pendorong Inflasi Juli 2022

Bank Indonesia memperkirakan inflasi Juli 2022 berada pada level 0,50 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 31 Juli 2022  |  14:16 WIB
Harga Pangan, LPG, & Tiket Pesawat Menjadi Pendorong Inflasi Juli 2022
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis - Eusebio Chysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan harga pangan, bahan bakar rumah tangga, dan tarif angkutan udara menjadi pendorong utama inflasi pada Juli 2022.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan perkembangan inflasi hingga minggu keempat Juli 2022 berdasarkan Survei Pemantauan Harga  diperkirakan sebesar 0,50 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

"Komoditas utama penyumbang inflasi Juli 2022 sampai dengan minggu keempat yaitu cabai merah sebesar 0,17 persen mtm, bawang merah sebesar 0,10 persen mtm, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen mtm, dan angkutan udara sebesar 0,06 persen mtm," katanya dalam siaran pers, Minggu (31/7/2022).

Sebagai perbandingan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Juni 2022 secara tahunan mencapai 4,35 persen. Sementara inflasi bulanan berbanding Mei 2022 berada pada level 0,61 persen.

Di samping itu, komoditas pangan lainnya yang turut menyumbang inflasi Juli 2022 yaitu cabai rawit sebesar 0,04 persen mtm, dan rokok kretek filter 0,02 persen mtm.

Komoditas tomat, daging ayam ras, mie kering, nasi dengan lauk, air kemasan, semen, sabun detergen bubuk/cair, dan tarif air minum PAM pun memicu inflasi, masing-masing sebesar 0,01 persen mtm.

BI mencatat komoditas yang menyumbang deflasi pada periode minggu keempat Juli 2022 yaitu minyak goreng sebesar 0,06 persen mtm, jeruk dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02 persen mtm, serta telur ayam ras, kangkung, bayam, sawi hijau, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,01 persen mtm.

Erwin menyampaikan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi Bank Indonesia badan pusat statistik
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top