Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Destinasi Super Prioritas Masih Butuh Investor, PHRI Ingatkan Hal Ini

Mendatangkan investasi sektor pariwisata memakan waktu panjang, sebab para investor akan mengkaji secara menyeluruh propsek hingga potensi.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  17:09 WIB
Destinasi Super Prioritas Masih Butuh Investor, PHRI Ingatkan Hal Ini
Danau Toba - Antara/Sigid Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus menggenjot pembangunan destinasi super prioritas Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo dengan mengundang investor. 

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan bahwa untuk ketiga Destinasi Super Prioritas (DSP) tersebut masih membutuhkan pembiayaan sebesar Rp6,7 triliun. Sementara untuk kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata membutuhkan lebih besar lagi, yakni Rp226,79 triliun.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyampaikan bahwa butuh waktu dalam mencari investor di sektor pariwisata. Karena itu, menurutnya, investor membutuhkan waktu yang cukup untuk memutuskan dan menentukan lokasi hingga besaran investasi. 

“Bahwa investor itu cukup hati-hati untuk melihat tempat yang akan diinvestasikan, super prioritas ini tentu akan dilihat lagi seberapa lama mereka bisa mengembalikan modalnya dan seberapa yakin mereka bahwa destinasi tersebut memang akan menciptakan crowd yang membutuhkan akomodasi, itu penting, yang akan dilihatnya di sana,” ujarnya, Jumat (29/7/2022).

Pasalnya, beberapa sektor pariwisata mengandalkan acara atau event sehingga cukup berat untuk memberanikan berinvestasi. Salah satunya Mandalika yang mengandalkan sirkuit sebagai daya tarik utama. Meski tidak ada acara di sirkuit, Kemenparekraf terus memberdayakan desa wisata.

“Kalau daya tarik destinasi itu event, itu yang agak berat, seberapa continue event itu dilaksanakan untuk mengatakan bahwa ini layak ada investasi baru,” lanjutnya.

Meski demikian, Menparekraf Sandiaga optimis terhadap investasi yang akan masuk melihat Indonesia memiliki nilai tambah di sektor parekraf dengan naiknya peringkat Indonesia dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2022 di posisi 32 dari 117 negara atau naik 12 posisi dari 2019. 

"Para investor melihat ada peluang yang signifikan yang dilihat dari TTDI Indonesia yang naik 12 peringkat di atas Thailand dan Malaysia. Sehingga ini membuka kesempatan untuk berinvestasi," ujarnya dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (28/7/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top