Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementan Klaim Kebutuhan Hewan Kurban Surplus, Tapi 5 Daerah Ini Defisit

Kementerian Pertanian mencatat potensi ketersediaan hewan kurban 2022 mencukupi, tetapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat lalu lintas ternak terbatas sehingga berdampak pada kekurangan hewan kurban di beberapa daerah.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  09:17 WIB
Kementan Klaim Kebutuhan Hewan Kurban Surplus, Tapi 5 Daerah Ini Defisit
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memasangkan eartag atau tanda pengenal pada telinga hewan ternak sapi yang telah disuntik vaksin untuk pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di kandang peternakan sapi di kawasan Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/6/2022). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian mencatat kebutuhan hewan kurban untuk Iduladha 1443 H/2022 M tercukupi, meski pemerintah melakukan pembatasan lalu lintas ternak untuk menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan Agung Suganda melaporkan kebutuhan hewan kurban surplus untuk semua jenis hewan kurban meski proyeksi kebutuhan hewan kurban akan meningkat.

“Kami proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun ini terjadi peningkatan 10-11 persen dari tahun sebelumnya. Kami terus melakukan penghitungan potensi ketersediaan hewan kurban per provinsi dan kab/kota,” ungkapnya dalam Forum Merdeka Barat 9, Rabu (29/6/2022).

Mengacu data tahun lalu, total pemotongan hewan kurban 2021 sebanyak 1.640.935 ekor, sementara proyeksi kebutuhan pemotongan hewan kurban 2022 terjadi kenaikan hingga 11 persen menjadi 1.808.522 ekor.

Kementan mencatat potensi ketersediaan hewan kurban 2022 sebanyak 2.278.158 ekor dan masih terjadi surplus sebanyak 469.638 ekor. Artinya, neraca ketersediaan hewan ternak secara keseluruhan surplus tetapi tidak semua hewan ternak dapat dikirim ke daerah yang membutuhkan atau yang masih defisit.

Lebih lanjut, Agung menyampaikan setidaknya ada lima daerah yang minus neraca ketersediaan hewan kurban.

Wilayah Jambi kekurangan sapi 219 ekor dan kerbau 61 ekor, Bangka Belitung butuh 1.832 ekor sapi dan 1.640 ekor kambing. DKI  Jakarta masih sangat butuh hewan kurban sapi (5.225 ekor), kerbau (39 ekor), dan kambing (20.418 ekor).

Sementara itu, DI Yogyakarta  dan Kalimantan Utara masing-masing membutuhkan domba 1.594 ekor dan kambing 173 ekor.

“Memang masih ada beberapa provinsi yang mengalami defisit. Tetapi dengan semakin dekatnya Iduladha, pergerakan ternak dari daerah hijau terus berjalan,” ujarnya.

Pada dasarnya persyaratan lalu lintas ternak yang berlaku mengacu pada SE Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) No. 14/2022 tentang rekayasa jalur distribusi hewan kurban daerah surplus ke daerah minus.

Pertama, hewan kurban dari daerah merah hanya untuk kebutuhan pemotongan hewan kurban di daerah tersebut dan dilarang keluar dari daerah merah.

Kedua, hewan kurban dari daerah kuning dapat dilalulintaskan antar daerah kuning.

Ketiga, hewan kurban dari daerah hijau dapat dilalulintaskan ke daerah hijau dan kuning.

“Kami mengimbau kepada rekan umat muslim yang akan melaksanakan ibadah kurban khususnya di daerah sentral yang masih defisit, kami dorong untuk melakukan kurban online,” imbaunya.

Agung menyampaikan kondisi ini dilakukan agar pelaksanaan hewan kurban dalam berjalan dengan baik sesuai syariat Islam dan mencegah penyebaran PMK yang lebih luas.

Hingga 29 Juni 2022, terdapat 19 provinsi dengan 221 kabupaten/kota yang telah terpapar PMK. Sementara ada 291.000 ternak yang terjangkit PMK dan telah sembuh sebanyak 96.060 ekor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi hewan kurban idul adha Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top