Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puluhan Ribu Driver GrabBike Terancam Menanggur, Ini Alasannya

Puluhan ribu driver GrabBike di Thailand terancam menganggur, khususnya bagi yang kendaraannya tidak terdaftar sebagai angkutan umum.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  15:50 WIB
Puluhan Ribu Driver GrabBike Terancam Menanggur, Ini Alasannya
Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Puluhan ribu pengemudi GrabBike dikabarkan akan kehilangan pekerjaan atau menganggur setelah Grab Thailand akan dicabut dari layanan perhubungan pada pertengahan Juli atas perintah Departemen Perhubungan Darat (DLT).

Dilansir dari BangkokPost, Selasa (28/6/2022), Grab Thailand sebelumnya sudah menyampaikan dalam waktu 30 hari, platform transportasi asal Singapura tersebut akan mengeluarkan para pengemudi yang kendaraannya tidak terdaftar sebagai angkutan umum dari layanan aplikasi. Tenggat waktu itu jatuh pada 15 Juli 2022.

Direktur Eksekutif Grab Thailand Worachat Luxkanalode mengatakan dengana adanya hal ini mempengaruhi puluhan ribu mitra pengemudinya, yang mana akan kehilangan pekerjaannya.

Grab Thailand juga merasa wajib untuk mengikuti permintaan DLT dengan meminta kepada pengemudi GrabBike untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) angkutan umum dan sepeda motor agar mereka terdaftar. Selain itu pengemudi GrabBike juga diwajibkan DLT untuk mengakut penumpang hanya di wilayah yang sesuai dengan kententuan DLT tersebut.

Worachat juga mengatakan jika lembaga negara gagal memberikan bantuan kepada puluhan ribu pengemudi GrabBike di Bangkok dan provinsi sekitarnya, para pengemudi ini akan dibiarkan dalam kesulitan tanpa pendapatan untuk memberi makan keluarga mereka.

"Ini juga akan mempengaruhi ratusan ribu penumpang reguler, yang akan memiliki pilihan transportasi yang lebih terbatas," ujar Worachat.

Grab Thailand masih akan bertemu dengan DLT minggu ini untuk meminta DLT untuk mempertimbangkan cara-cara untuk mengurangi kemungkinan terjadinya dampak jangka panjang tersebut.

"Perusahaan siap membantu mitra pengemudi secara maksimal,” tegas Worachat.

Menurut surat pemberitahuan Grab yang dikirim ke pengemudi, Grab Thailand mengklaim telah melakukan segala upaya selama beberapa bulan terakhir untuk mencoba menyelesaikan masalah dengan DLT dan mengurangi dampaknya pada pengemudi dan penumpang, tetapi masih belum ada solusi yang jelas dari DLT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ojek Online grab indonesia Grab
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top