Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makin Panas, Negara G7 Wacanakan Larangan Impor Emas dari Rusia

Pengiriman emas antara Rusia dan London merosot menjadi hampir nol sejak pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 26 Juni 2022  |  22:22 WIB
Makin Panas, Negara G7 Wacanakan Larangan Impor Emas dari Rusia
Ilustrasi emas batangan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat, Jepang, Kanada berencana untuk mengumumkan larangan impor emas dari Rusia dalam KTT G7 di Jerman.

Dilansir Bloomberg pada Minggu (26/6/2022), dalam sebuah pernyataan oleh Pemerintah Inggris, tindakan ini akan memiliki dampak secara global sehingga menghalangi celah bagi Presiden Rusia Vladimir Putin meraih dana.

Pengiriman emas antara Rusia dan London merosot menjadi hampir nol sejak negara-negara Barat memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.

London Bullion Market Association yang menetapkan standar untuk pasar itu menghapus penyulingan emas Rusia dari daftar terakreditasinya pada Maret.

"Apa yang dilakukan adalah memformalkan apa yang telah dilakukan industri emas," kata Kepala Penelitian penyedia jasa broker BullionVault Adrian Ash.

Sumber tersebut mengatakan tindakan ini akan berlaku bagi emas pertama yang meninggalkan Rusia ke negara G7. Adapun, Kementerian Keuangan AS akan mengeluarkan larangan pada Selasa.

Orang AS telah dilarang terlibat dalam transaksi terkait emas dengan bank sentral Rusia, Dana Kekayaan Nasional Rusia, dan Kementerian Keuangan Rusia di bawah perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada 15 April.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini eropa amerika serikat Perang Rusia Ukraina
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top