Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Racikan Pupuk Indonesia Jaga Produksi di Tengah Perang Rusia vs Ukraina

Pupuk Indonesia memiliki serangkaian strategi untuk memastikan ketersediaan pasokan pupuk di tengah perang Rusia dan Ukraina.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 26 Juni 2022  |  20:58 WIB
Racikan Pupuk Indonesia Jaga Produksi di Tengah Perang Rusia vs Ukraina
Gudang Pupuk. - Pupuk Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) mencari alternatif sumber pasokan bahan baku dari negara lain di tengah pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina.

Rusia dan Belarusia berkontribusi terhadap 30 persen dari fosfat dunia. Komoditas itu merupakan bahan baku pupuk NPK.

Pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina telah menghambat pengiriman bahan baku pupuk NPK ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Kendati demikian, Pupuk Indonesia mengklaim ketersediaan tetap aman lantaran telah memiliki alternatif pasokan bahan baku.

SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan bahwa pupuk NPK saat ini harganya mencapai tiga kali lipat dari harga normal.

“Bahan baku fosfat dan KCl sendiri adalah barang tambang dan tidak tersedia di Indonesia. Jadi, tidak bisa diproduksi,” katanya saat dihubungi, Minggu (26/6/2022).

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pupuk Indonesia, tambah Wijaya, telah menerapkan langkah-langkah untuk memprioritaskan kebutuhan program ketahanan pangan.

Salah satu strategi adalah memastikan tersedianya pasokan pupuk dalam negeri, terutama pupuk subsidi untuk tanaman pangan. Oleh karena itu, perseroan terus memastikan produksi pupuk, baik urea maupun NPK terus berjalan lancar.

“Kami juga telah memastikan keamanan pasokan bahan baku fosfat dan KCl yaitu dengan melakukan pembelian dari negara-negara di luar Rusia seperti Yordania, Kanada, dan Laos serta tetap mengupayakan pasokan dari Rusia,” jelasnya.

Dengand emikian, stok bahan baku KCl Pupuk Indonesia saat ini diklaim relatif aman dan sudah mencukupi untuk kebutuhan produksi sampai akhir 2022.

Wijaya mengklaim  masih dapat mempertahankan kinerjanya dan tetap menjadi salah satu pemain utama di pasar Asia Pasifik khususnya untuk amoniak dan urea.

Pupuk Indonesia juga sedang meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi, dan menerapkan konsep industri hijau dengan membangun sejumlah pabrik baru.

“Antara lain pabrik amoniak-urea di Pusri Palembang, pabrik soda ash di Pupuk Kaltim, dan Petrokimia Gresik serta menyelesaikan pabrik NPK di Pupuk Iskandar Muda,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur BUMN pupuk Pupuk Indonesia Perang Rusia Ukraina
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top