Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Disebut Suram, Gaprindo: Bahan Baku Rokok Masih Aman

Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) menyatakan belum ada keluhan terkait dengan bahan baku dan persediaan tembakau di level pedagang maupun petani.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 22 Juni 2022  |  15:35 WIB
Pekerja melinting tembakau di UKM Oryza Group, Desa Tanjung Selamat, Aceh Besar, Aceh, Senin (20/6/2022). ANTARA FOTO  -  Irwansyah Putra
Pekerja melinting tembakau di UKM Oryza Group, Desa Tanjung Selamat, Aceh Besar, Aceh, Senin (20/6/2022). ANTARA FOTO - Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) memastikan persediaan bahan baku untuk rokok merek Marlboro dkk. di Tanah Air masih dalam kondisi aman.

Ketua Gaprindo Benny Wahyudi mengatakan belum ada keluhan terkait dengan bahan baku dan persediaan tembakau di level pedagang maupun petani terserap dengan baik.

"Secara umum, belum ada keluhan terkait bahan baku. Persediaan tembakau di pedagang/petani juga terserap dengan baik" kata Benny kepada Bisnis, Rabu (22/6/2022).

Namun, Benny mengaku tidak memiliki data yang lebih detail terkait dengan persediaan bahan baku rokok putih di Tanah Air sampai dengan saat ini.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal memperkirakan permintaan terhadap industri rokok akan terus berkurang dalam beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, setidaknya ada tiga hal yang menjadi pemicu. Pertama, kampanye kesehatan yang dinilai sudah memberikan dampak sehingga industri rokok sudah lama dilihat sebagai sunset industri.

"Industri rokok dianggap sebagai sunset industry. Permintaan sudah lama berkurang seiring adanya kampanye masalah kesehatan sehingga bisnisnya tertekan," kata Faisal.

Kedua, kompetisi pasar yang kian ketat dengan munculnya produk alternatif vape. Kehadiran produk vape disebut telah menggerus pasar rokok.

Faisal mengatakan pasar produk rokok perusahaan besar seperti PT Djarum, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMS) mulai ditinggalkan oleh segmen anak muda.

"Dengan kehadiran vape, ada alternatif produk yang bisa menggantikan rokok, dan ada segmen pasar yang tergerus terutama dari kalangan pemuda," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok tembakau Gaprindo
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top