Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cadangan Devisa RI per Mei 2022 US$135,6 Miliar, Turun Tipis!

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada Mei 2022 sebesar US$135,6 miliar atau turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  10:56 WIB
Cadangan Devisa RI per Mei 2022 US$135,6 Miliar, Turun Tipis!
Ilustrasi mata uang dollar Amerika Serikat dan Rupiah sebagai bentuk cadangan devisa Indonesia/ Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia mencapai US$135,6 miliar pada Mei 2022.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa tersebut turun tipis jika dibandingkan dengan posisi pada akhir April 2022 sebesar US$135,7 miliar.

Erwin menjelaskan perkembangan posisi cadangan devisa pada Mei 2022 dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, pajak dan jasa, serta kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Posisi cadangan devisa pada Mei 2022 yang mencapai US$135,6 miliar setara dengan pembiayaan 6,8 bulan impor atau 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” katanya dalam siaran pers, Rabu (8/6/2022).

Erwin mengatakan, posisi cadangan devisa pada Mei 2022 ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Lebih lanjut, BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. 

"BI memandang cadangan devisa tetap memadai, terutama didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia cadangan devisa
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top