Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali 2 Risiko yang Membayangi Cadangan Devisa Indonesia

Analis memperkirakan posisi cadangan devisa pada Mei 2022 berpotensi mengalami penurunan dari bulan sebelumnya.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  17:04 WIB
Kenali 2 Risiko yang Membayangi Cadangan Devisa Indonesia
Cadangan devisa - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Analis Makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan posisi cadangan devisa Indonesia masih akan menghadapi sejumlah tantangan global hingga akhir tahun.

Akibat gejolak global yang masih tinggi, Faiz memperkirakan posisi cadangan devisa pada Mei 2022 akan kembali mengalami penurunan dari bulan sebelumnya, salah satunya dipengaruhi oleh keluarnya aliran modal asing yang cukup besar.

Cadangan devisa Mei kami perkirakan turun ke US$133 miliar karena di Mei ada outflow di portfolio cukup besar sekitar US$1,4 miliar,” katanya kepada Bisnis, Selasa (7/6/2022).

Faiz mengatakan larangan ekspor CPO yang sempat diberlakukan pada Mei 2022 turut mempengaruhi penurunan penerimaan ekspor CPO sehingga mempengaruhi posisi cadangan devisa pada Mei 2022.

Di sisi lain, impor juga mengalami peningkatan sehingga mengurangi pasokan valas di dalam negeri.

Faiz mengatakan, risiko yang masih perlu diwaspadai ke depan yaitu akselerasi pengetatan kebijakan moneter global, terutama oleh the Fed, bank sentral Amerika Serikat (AS), yang kemudian diikuti bank sentral lain, seperti Bank Sentral Eropa dan bank sentral negara berkembang.

"Selain itu, harga energi yang semakin tinggi juga berpotensi meningkatkan permintaan valas dan mempengaruhi posisi cadangan devisa," jelasnya.

Sementara itu, untuk rupiah, Faiz memperkirakan nilai tukar rupiah akan mencapai kisaran Rp14.500 hingga Rp14.600 per dolar AS sepanjang kuartal III/2022. Rupiah pun diperkirakan masih berpotensi melemah pada akhir tahun dengan kisaran Rp14.650 hingga Rp14.750 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor valas analis cadangan devisa makroekonomi
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top