Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gagal Bersaing, Amazon Setop Layanan Kindle di China Mulai 2023

Amazon.com Inc. akan menutup layanan Ebook Kindle di China pada 30 Juni 2023.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 03 Juni 2022  |  19:09 WIB
Gagal Bersaing, Amazon Setop Layanan Kindle di China Mulai 2023
Ilustrasi Amazon. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Amazon.com Inc. akan menutup layanan Ebook Kindle di China pada tahun depan. Hal ini dikarenakan Amazon gagal bersaing dengan perusahaan lokal.

Dilansir dari Bloomberg, Juru Bicara Amazon.com Inc. ini mengatakan pihaknya akan menghentikan layanan eBook Kindle pada 30 Juni 2023.

Bagi konsumen yang sudah membeli ebook, masih dapat mengunduh judul yang dibeli sebelumnya hingga Juni 2024. Amazon juga mengatakan pihaknya akan berhenti memasok perangkat Kindle kepada ritel mulai Kamis lalu.

"Komitmen jangka panjang Amazon China kepada pelanggan tidak akan berubah. Kami telah membangun pondasi bisnis yang luas di China dan akan terus berinovasi dan berinvestasi," ujar Amazon, Kamis (2/6/2022).

Penarikan Kindle Amazon ini juga bertepatan dengan meningkatnya tekanan peraturan pada perusahaan lokal dan asing yang beroperasi di China, termasuk sensor dan pembatasan konten.

Amazon mengatakan penarikan itu bukan karena tekanan atau sensor pemerintah dan merupakan bagian dari evaluasi ulang berkala atas penawarannya di seluruh dunia.

Dilansir dari CNN.com, langkah ini menambah serangkaian penarikan perusahaan dari China dalam beberapa bulan terakhir. Seminggu lalu Airbnb mengumumkan akan menghapus semua daftar tempat di China dan berkonsentrasi pada wisatawan luar negeri.

Airbnb menambahkan biaya operasional di China semakin meningkat semenjak adanya Covid-19. Mulai musim panas tahun ini, Airbnb tidak dapat dipesan lagi di China.

Adapun bukan hanya Amazon dan Airbnb, beberapa perusahan teknologi Amerika Serikat seperti Yahoo dan Microsoft Corp.'s LinkedIn juga mengumumkan mengurangi operasi di Negara Tirai Bambu tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amazon.com e-book

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top