Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Tiket Pesawat ke Luar Negeri Meroket, Apa Penyebabnya?

Harga tiket pesawat ke luar negeri saat ini meningkat drastis, misalnya harga tiket ke Singapura bisa mencapai Rp10 juta untuk pergi dan pulang (PP).
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  11:07 WIB
Harga Tiket Pesawat ke Luar Negeri Meroket, Apa Penyebabnya?
Penumpang pesawat mengantre di loket lapor diri sebelum melakukan penerbangan di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (17/12/2021). Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mencatat selama periode 1 hingga 16 Desember 2021, sebanyak 37.214 WNI melakukan perjalanan ke luar negeri melalui Bandara Soekarno Hatta, sedangkan WNI yang tiba ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta dari luar negeri sebanyak 40.557 orang. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Harga tiket pesawat ke luar negeri saat ini meningkat drastis. Tarif untuk penerbangan sekali jalan bahkan sudah mencapai atau melampaui tarif pulang-pergi (PP).

Berdasarkan pantauan Bisnis, tarif penerbangan ke Singapura untuk hari biasa, Kamis, 9 Juni 2022, harganya sudah menyentuh Rp3,38 juta (harga termurah) untuk sekali jalan.

Untuk kategori low cost carrier (LCC) seperti Air Asia, Batik, Scott, dan Jetstar Asia, tarif tiket beragam dari harga Rp3,38 juta sampai dengan Rp4,9 juta untuk sekali jalan. Artinya, tarif tiket PP bisa menyentuh angka hampir Rp10 juta untuk penerbangan dengan maskapai LCC.

Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno, biasanya tarif tiket pesawat untuk full service carrier masih berada di kisaran Rp2 juta sampai dengan Rp4 juta untuk perjalanan PP. Sekarang, dia menyebut tarif penerbangan LCC sekali jalan bisa mendekati Rp5 juta.  

"Biasanya full service carrier di range 2-4 juta, sekarang low cost carrier saja bisa mencapai 5 juta," kata Pauline, Kamis (2/6/2022).

Pauline menyebut tarif tiket bisa lebih murah apabila memesan pada jauh hari untuk keberangkatan akhir Juni dan Juli. Akan tetapi, tarif akan lebih tinggi apabila memesan untuk keberangkatan pada awal pekan yakni bisa menyentuh di atas Rp10 juta untuk full service carrier.

Selain itu, Pauline mengatakan kondisi kenaikan tarif penerbangan yang cukup tinggi dibarengi dengan permintaan yang cukup tinggi juga dari konsumen. Apalagi, saat ini aturan dan syarat perjalanan semakin longgar seperti penghapusan kewajiban tes Covid-19 bagi yang minimal sudah divaksin dosis lengkap (kedua).

Adapun, beberapa faktor yang dinilai menjadi pemicu kenaikan tarif tiket pesawat saat ini ialah kenaikan harga Avtur sebagai bahan bakar pesawat. Hal tersebut sejalan dengan kenaikan harga energi dunia sebagai dampak dari perang Rusia-Ukraina yang sudah berkecamuk kurang lebih dari tiga bulan lamanya.

"[Penyebebabnya] kenaikan avtur, kurangnya frekuensi penerbangan, demand lebih tinggi daripada supply," ujarnya.

Selain LCC, tarif tiket penerbangan untuk maskapai seperti Garuda Indonesia dan Malaysia Airlines pada waktu yang sama ikut melonjak tinggi bahkan untuk sekali jalan saja. Tarif tiket pesawat untuk Kamis, 9 Juni 2022, berkisar antara Rp5,74 juta sampai dengan Rp14,4 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiket pesawat astindo maskapai penerbangan low cost carrier
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top