Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ogah Kasih Sanksi, Serbia Teken Kontrak Gas dengan Rusia

Serbia bisa mendapat pasokan gas karena tidak bergabung dengan negara yang memberikan sanksi kepada Rusia.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 29 Mei 2022  |  22:32 WIB
Ogah Kasih Sanksi, Serbia Teken Kontrak Gas dengan Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menjanjikan kepada Serbia pasokan gas tanpa gangguan setelah percakapannya dengan Presiden Aleksandar Vucic. Dilansir dari Bloomberg Minggu (29/5/2022), Vucic mengatakan Serbia akan menandatangani kontrak gas selama 3 tahun dengan Gazprom PJSC.

Perlu diketahui, Serbia tidak bergabung dengan negara yang memberikan sanksi kepada Rusia. Di sisi lain Serbia telah mengajukan diri menjadi anggota Uni Eropa, blok yang sedang menggodok paket sanksi untuk Rusia, sejak 2009.

Gazprom telah menjual gas kepada Serbia pada tahun ini dengan harga di bawah pasaran sekitar US$270 per 1.000 kubik meter dalam perjanjian yang diperpanjang selama 6 bulan yang seharusnya berakhir pada akhir 2021.

Vucic mengatakan biaya setiap satu kubik meter gas akan ditentukan selama negosiasi dengan Gazprom. Dia menambahkan bahwa dirinya mengharapkan harga yang terjangkau.

“Saya berterima kasih kepada mitra Rusia kami,” katanya.

Serbia mendapatkan harga 10 kali lebih rendah dibandingkan dengan negara lain di Eropa. Hanya Belarus dan Armenia yang cenderung menikmati persyaratan yang lebih baik untuk gas Rusia, katanya.

Serbia bergantung dengan pasokan gas dari Rusia dan tengah berupaya mendiversifikasi sumber energinya. Negara yang terkunci daratan atau landlocked ini tidak dapat mengimpor gas dari pasokan lainnya hingga akhir 2023.

Serbia yang didominasi oleh parta Vucic ini ikut mengutuk invasi Rusia ke Ukraina tetapi menolak untuk menerapkan sanksi.

Vucic telah memperingatkan bahwa musim dingin yang akan datang bisa menjadi masa yang tersulit setelah Perang Dunia II.

Pada pekan lalu, Menteri Keuangan Serbia Sinisa Mali bernegosiasi dengan tetangganya Hungaria untuk menggunakan 500 juta kubik meter simpanan gasnya sebagai cadangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global gas Rusia vladimir putin serbia Perang Rusia Ukraina
Editor : Herdanang Ahmad Fauzan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top