Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bicara Soal EBT dan Energi Hijau, Menteri Bahlil Tekankan Kolaborasi Antarnegara

Bahlil menilai kolanorasi diperlukan guna menghadapi isu-isu global, terutama terkait green energy dan green industry.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  17:22 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan pemaparan dalam seminar Indonesia Economic & Investment Outlook 2020 di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan pemaparan dalam seminar Indonesia Economic & Investment Outlook 2020 di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -  Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan, pihaknya akan fokus pada isu-isu global terkait green energy dan green industry. Namun, diperlukan kolaborasi antar negara guna dapat menghadapi isu-isu tersebut.  

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, regulasi di Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya untuk investasi di green industry maupun energi baru terbarukan (EBT) sudah sangat baik.

Kendati demikian, menurut  Bahlil sudah saatnya agar setiap negara melakukan kolaborasi.

"Menurut saya ke depan, kalau kita ingin menyelesaikan persoalan global dalam konteks green industry dan EBT,  harus ada kolaborasi," kata Bahlil dalam Indonesia Pavilion: Indonesia Economic Outlook 2022 and The G20 Presidency, Senin (23/5/2022).

Pelarangan ekspor nickel ore atau biji nikel misalnya. Bahlil menyampaikan, ketika Indonesia pertama kali mengumumkan pelarangan ekspor nickel ore, beberapa negara Eropa melaporkan Indonesia ke WTO.

Namun, Bahlil menjelaskan, larangan ekspor tersebut bertujuan untuk mencapai visi besar dunia dalam mengendalikan lingkungan.

"Untuk itu kami membangun, menyetok nickel ore untuk membangun ekosistem baterai mobil, dari hulu ke hilir. Ini yang sekarang kita lakukan," jelas Bahlil.

Contoh lainnya, ketika Indonesia diminta untuk tidak lagi menggunakan batubara. Indonesia kemudian melarang ekspor batubara, namun ada beberapa negara yang meminta agar pelarangan tersebut tidak dilakukan.

"Ketika kami melarang ekspor sebagian negara meminta. Ini jadi mana yang benar," ujar dia.

Oleh karena itu, Bahlil menegaskan, kolaborasi merupakan kunci untuk menyukseskan program dunia maupun masing-masing negara terkait green energy dan green industry. Sehingga, tidak boleh ada satu negara yang merasa lebih hebat dari negara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkpm Nikel green energy ebt bahlil lahadalia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top