Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut Angkat Bicara soal Tudingan Proyek IKN Minim Pendanaan

Menko Marves Luhut Pandjaitan membantah tudingan yang menyebut bahwa proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sepi pendanaan.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  16:54 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - ANTARA
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada sejumlah investor yang telah menyatakan minatnya untuk investasi di proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut untuk membantah tudingan yang menyebut bahwa proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sepi pendanaan.

Luhut mengatakan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu negara yang telah menyatakan minatnya untuk investasi di IKN.

"Kalau ada yang bilang kita pendanaan ngga datang, ngga betul sama sekali, karena Abu Dhabi itu saja kontribusi sekitar US$20 miliar melalui Indonesia Investment Fund," kata Luhut dalam sambutannya pada acara Perayaan Puncak Dies Natalis ke-60 GAMKI secara virtual, Sabtu (21/5/2022) dikutip dari Youtube Gamki Balikpapan.

Luhut juga menegaskan bahwa proses investasi UEA di IKN Nusantara dilakukan secara modern dan terbuka.

"Prosesnya itu dilakukan secara modern, jangan ada yang bilang hidden debt. Tidak ada utang yang kita sembunyikan, gimana menyembunyikan utang. Jadi kadang orang ngawur-ngawur saja itu orang ngomong, giliran saya WhatsApp orangnya itu diam saja," ujar Luhut.

Terkait regulasi, dia mengungkapkan bahwa UU No.3/2022 tentang IKN telah disahkan. Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menunjuk kepala dan wakil kepala badan otorita IKN.

Luhut mengungkapkan bahwa tim Badan Otorita IKN sudah lengkap dan mereka sedang konsiyering untuk menyampaikan paparan kepada Presiden Jokowi terkait pembangunan IKN.

"Pembangunan IKN dilakukan bertahap mulai dari kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) seluas 6.671 hektare, dan diharapkan selesai perpindahannya dalam beberapa tahun ke depan, tapi kita berharap kuartal 2/2024 pemerintahan pusat sudah pindah di IKN baru," ujarnya.

Selain dari UEA, Luhut menyebut sejumlah negara juga berminat investasi di IKN seperti Arab Saudi dan China.

"Waktu bertemu Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman, dia mengatakan Jenderal Luhut kami mau invest besar. Selain itu, Dubai saya sudah singgung tadi [investasi] US$20 miliar. Dubai mau buat konsorsium dengan China," jelasnya.

Luhut mengatakan bahwa pembangunan IKN Nusantara nantinya harus memiliki kualitas terbaik yang tak kalah dengan negara-negara lainnya.

"IKN will be a world class city for all. Sudah banyak yang pihak memberi hormat atas konsep kita membangun ibu kota baru," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Luhut Pandjaitan Ibu Kota Baru IKN ibu kota negara
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top