Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukung Atasi Backlog Hunian, BTN Gelar Pameran Properti

Indonesia Property Expo (IPEX) ke 38 tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei hingga 22 Mei mendatan ini berlokasi di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC), pameran tersebut melibatkan 41 developer/pengembang yang terdiri dari 11 pengembang subsidi dan30 pengembang non subsidi. 
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 15 Mei 2022  |  16:39 WIB
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Seiring dengan pemulihan ekonomi nasional yang terus meningkat dan masih tingginya kebutuhan rumah masyarakat, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggelar Indonesia Property Expo secara langsung setelah tahun sebelumnya dilakukan secara virtual.

Indonesia Property Expo (IPEX) ke 38 tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei hingga 22 Mei mendatan ini berlokasi di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC), pameran tersebut melibatkan 41 developer/pengembang yang terdiri dari 11 pengembang subsidi dan30 pengembang non subsidi. 

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan IPEX kali ini dapat menggaet masyarakat khususnya milenial untuk membeli rumah. Pasalnya, berdasarkan survey IPEX Loyalty Member (ILM) kepada 3.600 calon pembeli rumah bahwa sebanyak 78,9 persen calon yang merupakan kalangan milenial dan sebesar 89,6 persen merupakan pembeli rumah pertama. Adapun lokasi favorit di Jabodetabek yaitu berada di Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, kawasan Bintaro, Serpong dan sekitarnya.

"Setelah selama pandemi menggelar IPEX virtual, hari ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Bank BTN akhirnya menggelar IPEX yang langsung dapat dikunjungi oleh publik yang ingin memilih rumah impiannya," ujarnya dalam membuka IPEX, Minggu (15/5/2022).

Pada pameran ini, Bank BTN menawarkan program suku bunga promosi mulai 2,2 persen, bebas biaya provisi, biaya administrasi, dan bebas biaya appraisal untuk KPR non subsidi. Selain suku bunga promo tersebut, Bank BTN tetap hadir dengan produk KPR andalannya, KPR subsidi, KPR BTN Gaess For Millenial, KPR BTN Hits dan lain sebagainya. 

IPEX yang menjadi ajang rutin Bank BTN tersebut ditargetkan dapat menarik 50.000 pengunjung selama 8 hari pameran dengan target potensi ijin prinsip sebesar Rp1,5 triliun dengan rincian untuk KPR non subsidi senilai Rp900 miliar dan KPR Subsidi sebesar Rp300 miliar KPR serta syariah sebesar Rp300 miliar. 

"Sementara untuk target booking KPR, Kami menargetkan sebesar Rp 200 miliar dengan rincian KPR non subsidi sebesar Rp120 miliar, KPR subsidi Rp40 miliar dan syariah Rp40 miliar," katanya.

Pada pemeran tersebut para pengembang berlomba-lomba menawarkan proyek hunian andalannya. Tercatat, proyek hunian yang dijual mencapai lebih dari 225 proyek yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Karawang, Bekasi. Selain itu juga ada beberapa lokasi di luar kota seperti di Subang, Bandung dan Surabaya. Adapun rentang harga hunian tersebut dimulai dari Rp168 juta sampai dengan Rp3,5 miliar.

Pengembang besar yang menjual rumah komersial dalam IPEX diantaranya PT Adhi Commuter Properti Tbk yang memamerkan proyek LRT City, PT PP Urban dengan proyek unggulan Urban Town (Serpong & Karawang), PT Subur Progress yang menawarkan Paradise Serpong City, Paradise Resort City, Delta Group, Perumnas, dan PT Metropolitan Land Tbk.

Sementara untuk proyek rumah subsidi, pengembang yang terlibat diantaranya PT Argamas Griya Pratama dengan proyek Cikarang Griya Pratama, PT Fadesa Indonesian dengan proyek Grand Shafira Karawang, dan TMA Group yang menawarkan sejumlah proyek di Bandung, Jawa Barat.

"Kami menyambut baik optimisme dari para pengembang yang terlibat pada pemeran ini, karena geliat properti sudah mulai terasa  tahun ini, Pemerintah pun juga mendukung dengan memberikan beragam stimulus yang mendukung sektor properti," ucap Haru. 

Stimulus tersebut diantaranya  pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan pelonggaran Loan to Value (LTV) serta tren suku bunga kredit yang relatif rendah. Oleh karena itu, diharapkan stimulus tersebut dapat terus mendukung bisnis Bank BTN ke depan.

Adapun hingga April tahun ini, realisasi KPR Bank BTN sejak Januari hingga April 2022 mencapai 64.583 unit. Dengan realisasi itu, Haru optimistis bisa memenuhi target kredit dikisaran 9 persen hingga 11 persen hingga akhir tahun 2022.

Demi mencapai target tersebut, Bank dengan kode saham BBTN ini aktif melakukan pameran mengoptimalkan program KPR subsidi milik pemerintah seperti KPR FLPP, KPR BP2BT, dan KPR TAPERA dengan potensi realisasi unit sebanyak 169.300 unit. Selain itu, Bank BTN pun pro aktif dalam memperluas kerjasama/kemitraan dengan institusi/lembaga maupun swasta .

Bank BTN juga akan meningkatkan KPR di segmen milenial melalui kerjasama pembangunan Transit Oriented Development (TOD) dengan BUMN Karya dan top developer dengan aneka program KPR untuk milenial, seperti KPR BTN Gaess for Milenials dengan fitur Graduate Payment Mortgage (GPM) dan KPR BTN Hits.

"Kami berharap backlog perumahan akan terus berkurang dengan program pembiayaan perumahan yang kami sediakan ditambah gelaran IPEX yang rutin diselenggarakan BTN bekerjasama dengan asosiasi pengembang di seluruh Indonesia," tuturnya. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto berharap melalui penyelenggaraan Indonesia Property Expo tahun 2022 ini, dapat menjadi momentum dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan dan pemulihan ekonomi nasional melalui sektor properti. 

"Diharapkan agar kerja sama antara Pemerintah dan seluruh stakeholder khususnya pengembang dan perbankan dapat berjalan semakin baik untuk mampu menjawab tantangan penyediaan perumahan, khususnya dalam pemanfaatan subisidi pemerintah serta pemenuhan rumah yang berkualitas bagi masyarakat," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top