Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Promosikan FoLU Net Sink 2030 ke 13 Negara

Keterlibatan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, pelaku usaha, dan kemitraan akan mendukung tercapainya Indonesia’s FoLU Net Sink.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  23:59 WIB
Indonesia Promosikan FoLU Net Sink 2030 ke 13 Negara
Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto (kedua dari kiri) didampingi Plt Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK Ruandha Agung Sugardiman (kiri) dan Penasihat Senior Menteri LHK Efransjah (paling kanan) menyerahkan dokumen Indonesias FoLu Net Sink kepada Inter Regional Adviser UNFF Secretariat Peter Gondo di kantor pusat UNFF, New York, Amerika Serikat, Senin (9/5/2022). - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia mengundang semua pihak, termasuk komunitas internasional untuk mendukung tercapainya Indonesia’s FoLU Net Sink 2030.

Pasalnya, pencapaian komitmen tersebut akan berdampak besar pada upaya global untuk mengendalikan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer yang menyebabkan bencana perubahan iklim global. Dalam kesempatan itu, 13 negara hadir dalam forum diskusi terkait Indonesia's FOLU Net Sink 2030.

“Keterlibatan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, pelaku usaha, dan juga kemitraan akan mendukung tercapainya Indonesia’s FoLU Net Sink,” kata Ketua Delegasi Republik Indonesia Agus Justianto saat sesi diskusi pada pertemuan tahunan UNFF (United Nation Forum on Forest) ke-17 tahun 2022, di New York, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (10/5/2022).

Indonesia’s FoLU Net Sink menargetkan penyerapan emisi GRK dari sektor hutan dan penggunaan lahan (Forestry and other Land Use/FoLU) sudah lebih tinggi dibandingkan emisinya pada 2030.

Indonesia’s FoLu Net Sink menjadi bagian dari dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) dan Long Term Strategies for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) yang dirancang Indonesia sebagai kontribusi mencapai tujuan Paris Agreement yaitu menahan kenaikan temperatur global.

Plt Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Ruandha Agung Sugardiman menjelaskan pembiayaan untuk mencapai Indonesia’s FoLu Net Sink bisa berasal dari berbagai sumber konvensional seperti APBN, APBD, atau investasi swasta.

“Pendanaan juga bisa berasal dari pasar karbon dalam negeri maupun internasional serta pembayaran berbasis kinerja REDD+,” kata Ruandha.

Dia mengungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah menerbitkan Rencana Operasional Indonesia’S FoLU Net Sink 2030 yang memandu secara rinci langkah-langkah untuk mencapai komitmen tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Indroyono Soesilo mengatakan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) siap mendukung tercapainya Indonesia’s FoLU Net Sink.

Indroyono mengatakan saat ini sejumlah aksi pengelolaan hutan yang sudah dilakukan sesuai dengan Rencana Operasi Indonesia’s FoLU Net Sink, misalnya perbaikan pengelolaan gambut dan pengembangan hutan tanaman.

“Contoh lain adalah implementasi teknik reduce impact logging [RIL] yang bisa menekan emisi GRK hingga 50 persen dibandingkan praktik biasa pada pemanfaatan kayu dari hutan alam,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kehutanan emisi gas rumah kaca pemanasan global
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top