Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesan Terakhir Menkeu AS Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Menurut Yellen, The Fed perlu terampil sekaligus beruntung dalam hal penetapan kebijakan suku bunga kali ini.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 04 Mei 2022  |  23:37 WIB
Menteri Keuangan perempuan pertama di Amerika Serikat Janet Yellen -  Bloomberg
Menteri Keuangan perempuan pertama di Amerika Serikat Janet Yellen - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyatakan nada optimisme menjelang pengumuman kebijakan suku bunga The Fed, Kamis (5/5/2022) dini hari waktu Indonesia.

Dalam wawancara di sela-sela acara Wall Street Journal yang dihelat beberapa jam sebelum pengumuman atau Rabu (4/5) pagi waktu AS, Yellen meyakini The Fed akan mengambil keputusan terbaik.

"The Fed perlu menjadi terampil dan beruntung sekaligus. Namun, menurut saya dua kombinasi ini mungkin untuk dicapai," tutur Yellen, dikutip dari Bloomberg Rabu (4/5) malam.

Yellen tidak menyampaikan kisi-kisi apakah The Fed akan menaikkan suku bunga hingga 75 basis poin atau 50 basis poin sesuai prediksi para pakar. 

Yang jelas, dia meyakini pilihan mana pun akan berdampak vital terhadap upaya Negeri Paman Sam menekan laju inflasi.

"Saya juga percaya bahwa kita akan melihat pertumbuhan yang solid di tahun-tahun berikutnya," ucap Yellen.

Sebagai konteks, sejumlah ekonom sempat membahas kemungkinan AS mengalami resesi pada 2023 apabila suku bunga dinaikkan terlalu agresif dalam waktu dekat.

Atas pandangan tersebut, Yellen lantas mencoba menenangkan dan menegaskan bahwa AS akan mengambil pendekatan yang lunak dan tidak merugikan perekonomian global.

Dia juga mengingatkan bahwa meski harga-harga di kalangan konsumen telah melonjak, ekspektasi inflasi untuk jangka menengah belum begitu terpengaruh.

Sebab itu, dia yakin kalau jenis fenomena inflasi yang sedang dialami AS saat ini berbeda dari fenomena yang dihadapi negara tersebut pada era kepemimpinan eks Gubernur The Fed Paul Volcker pada era 1980an. 

Kala itu, di era Volcker AS sempat menderita resesi yang ditengarai sebagai buntut atas kelewat agresifnya pengetatan kebijakan moneter.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Suku Bunga Kebijakan The Fed janet yellen the fed
Editor : Herdanang Ahmad Fauzan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top