Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Zat Berbahaya! Mesir Larang Beberapa Produk Indomie

Pemerintah Mesir menyebutkan tes keamanan pangan memperlihatkan sambal kemasan dalam Indomie dan varian rasa ayam dan sayuran mengandung residu berbahaya.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 30 April 2022  |  10:32 WIB
Beberapa mi instan Indomie ditarik izin edarnya
Beberapa mi instan Indomie ditarik izin edarnya

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Keamanan Pangan Mesir telah menginstruksikan Indomie Egypt (Indomie Mesir) untuk menarik sebagian produknya dari pasar Mesir dalam waktu 48 jam.

Pasalnya, otoritas di Mesir menyebutkan produk-Indomie di negara tersebut tidak aman untuk konsumsi masyarakat. Ada beberapa jenis produk mi instan dari Grup Salim ini yang dinilai tidak aman dikonsumsi.

Dalam pengumuman yang dikeluarkan pada Selasa (26/4/2022) waktu setempat, Otoritas Keamanan Pangan Mesir menyebutkan produk mi instan dengan varian rasa ayam dan sayuran, dan juga mi intan dengan sambal kemasan di dalamnya, tidak layak untuk konsumsi.

Ahram Online sebagaimana dikutip Arabnews, Sabtu (30/4/2022), menyebutkan tes keamanan pangan memperlihatkan sambal kemasan dalam Indomie dan varian rasa ayam dan sayuran mengandung residu yang berbahaya.

“Cabai dalam kemasan dan varian rasa ayam dan sayuran mengandung aflatoxin dan residu pestisida yang kuantitasnya melampaui batas aman,” tulis laporan pemberitaan tersebut.

Selain ketiga jenis tersebut, sebagian besar mi instan merek Indomie terdeteksi aman untuk konsumsi masyarakat.

Mengutip dari laporan keuangan Desember 2021, ICBP memiliki pabrik di beberapa tempat di Indonesia, antara lain di Pulai Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan juga luar negeri. Adapun pabrik di luar negeri berada di Malaysia, Arab Saudi, Mesir, Turki, Kenya, Maroko, Serbia, Nigeria dan Ghana.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pabrik indomie mi instan
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top