Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom Proyeksi Realisasi Investasi Kuartal I/2022 Lebih Tinggi dari 2021

David Sumual memperkirakan, kinerja investasi pada kuartal pertama tahun ini mungkin lebih tinggi dibandingkan kuartal yang sama pada 2021.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 27 April 2022  |  09:03 WIB
Gedung Kementerian Investasi/BKPM di Jakarta. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti\r\n
Gedung Kementerian Investasi/BKPM di Jakarta. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual memproyeksikan, kinerja investasi pada kuartal pertama tahun ini mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal yang sama pada 2021.

"Jika bicara year-on-year [yoy] memang lebih kuat, karena tahun lalu kita belum pulih sepenuhnya dan masih banyak masalah dengan pandemi. Tahun ini mungkin lebih tinggi ya, kalau kita bandingkan secara yoy," katanya kepada Bisnis, Selasa (26/4/2022).

Kendati demikian, jika dibandingkan dengan kuartal IV/2021, realisasi investasi pada kuartal I/2022 agak melemah lantaran adanya ketidakpastian terkait dengan perkembangan perang Rusia dan Ukraina serta gejolak di market yang relatif tinggi.

"Ini untuk investasi mungkin juga masih wait and see kebanyakan," ungkapnya.

Secara Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I/2022, David memperkirakan pertumbuhan berada di level 4,8 persen. Namun, untuk angka Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dia memprediksi dapat tumbuh di kisaran 8 hingga 12 persen.

Sementara itu, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyampaikan, realisasi investasi untuk kuartal pertama tahun ini diprediksi membaik dibandingkan tahun sebelumnya, lantaran ekonomi Indonesia sudah mulai pulih.

Apalagi, dengan adanya Presidensi G20 Indonesia, menurut dia dapat menjadi satu momentum yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong realisasi investasi di kuartal I/2022.

Kendati demikian, Esther menyoroti 'penyakit investasi' yang perlu dibereskan.

Penyakit investasi yang dimaksud adalah prosedur untuk memulai bisnis, dimana pelaku usaha menganggap prosedurnya berbelit jika dibandingkan dengan negara lain seperti Vietnam.

"Kalau itu bisa diperbaiki, saya rasa [realisasi investasi] kuartal I/2022 akan lebih bagus dari kuartal sebelumnya di 2021," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (26/4/2022).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bca Pertumbuhan Ekonomi ekonomi
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top