Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank of Japan Diprediksi Masih Tahan Suku Bunga Negatif

Berdasarkan survei ekonom oleh Bloomberg, sebanyak 89 persen meyakini bank sentral Jepang akan mempertahankan suku bunga negatif dan program pembelian aset setelah pertemuan dua hari pada Rabu pekan ini. Sekitar 10 persen sisanya memperkirakan ke arah pengetatan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 27 April 2022  |  08:39 WIB
Gedung bank sentral Jepang, Bank Of Japan (BOJ), di Tokyo.  - Bloomberg
Gedung bank sentral Jepang, Bank Of Japan (BOJ), di Tokyo. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Bank of Japan (BOJ) diperkirakan akan menjaga pelonggaran kebijakan moneter meskipun yen melemah dengan laju tercepat dalam dua dekade terakhir.

Berdasarkan survei ekonom oleh Bloomberg, sebanyak 89 persen meyakini bank sentral Jepang akan mempertahankan suku bunga negatif dan program pembelian aset setelah pertemuan dua hari pada Rabu pekan ini. Sekitar 10 persen sisanya memperkirakan ke arah pengetatan.

Adapun Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda tengah berada dalam posisi sulit, mengingat bahwa komitmennya terhadap sikap pelonggaran telah memicu pelemahan yen dengan cepat.

Kondisi itu memperburuk keuangan rumah tangga dan pelaku usaha serta memukul harga energi yang sudah melonjak.

Pada saat yang sama, tindakan pengetatan akan mendinginkan perekonomian yang belum kembali ke level sebelum Covid. Kredibilitas Kuroda juga akan dikritik mengingat target menjaga inflasi 2 persen tidak tercapai.

"Bank of Japan kemungkinan tidak akan mengubah kebijakan, mendorong kembali terhadap tekanan pasar yang telah menguji tekadnya untuk mempertahankan imbal hasil di kisaran targetnya," ujar ekonom Bloomberg Economics Yuki Masujima, seperti dilansir Bloomberg pada Rabu (27/4/2022).

Laporan proyeksi kuartalan yang akan segera dirilis kemungkinan akan menunjukkan perkiraan inflasi berada di atas 2 persen, utamanya karena kenaikan harga bahan bakar yang tajam.

Setiap proyeksi di atas 1,2 persen akan berarti bahwa BOJ memprediksikan inflasi tercepat dalam tiga dekade terakhir, tidak termasuk tahun-tahun ketika ada kenaikan pajak.

Pengumuman arah kebijakan dan proyeksi inflasi akan dilakukan pada Kamis pagi waktu setempat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global bank of japan kebijakan moneter
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top