Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aprindo Minta Diberi Kemudahan Untuk Investasi di IKN

Aprindo mengatakan peritel memiliki kepentingan untuk menyesuaikan rencana investasi di IKN yang belakangan menjadi prioritas pemerintah.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 05 April 2022  |  11:08 WIB
Desain eksterior yang bakal menjadi Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur, Selasa (4/1/2022). -  Antara @nyoman_nuarta\r\n\r\n
Desain eksterior yang bakal menjadi Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur, Selasa (4/1/2022). - Antara @nyoman_nuarta\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta pemerintah untuk melibatkan pelaku usaha di sektor ritel terkait dengan penyusunan tata kota Ibu Kota Negara atau IKN yang anyar di Kalimantan Timur.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan peritel memiliki kepentingan untuk menyesuaikan rencana investasi di IKN yang belakangan menjadi prioritas pemerintah.

“Kita berharap dapat diikutsertakan untuk membahas zonasi atau tata kota IKN, kita bisa ikut memberi masukan supaya lebih sesuai dengan harapan kita sebagai investor atau pelaku usaha untuk hadir di IKN,” kata Roy melalui sambungan telepon, Senin (4/4/2022).

Roy menuturkan anggota asosiasinya memiliki minat yang cukup besar untuk ikut berinvestasi di IKN. Hanya saja, kata Roy, investasi itu dinilai tidak bakal lebih besar dari pada realisasi penanaman modal di DKI Jakarta yang saat ini diarahkan untuk menjadi pusat bisnis.

Dengan demikian, dia menegaskan, Aprindo masih menunggu aturan ihwal tata ruang IKN yang ditujukan sebagai pusat pemerintahan. Dia berpendapat nilai investasi dari sektor ritel bakal rendah saat IKN difungsikan sebagai pusat pemerintahan. Kendati demikian, dia berharap, terdapat kawasan yang memang dikonsentrasikan untuk ritel.

“Kita akan investasi secukupnya saja, tidak dengan kapasitas yang maksimal kalau minimarket dan supermarket akan buka beberapa saja tidak menjadi pusat konsentrasi seperti di Jakarta di mana minimarket sudah di atas 3.000-an, supermarket 1.000-an itu kan banyak sekali,” tuturnya.

Di sisi lain, dia meminta, calon investor dari sektor ritel diberi kemudahan dari sisi akses kerjasama lahan hingga rantai distribusi logistik. Kemudahan itu. menurut dia, bakal dapat menarik minat investor menanamkan modalnya di proyek IKN tersebut.

“Tanahnya bisa dikerjasamakan supaya kita tidak investasi mahal untuk tanahnya lalu diberikan kemudahan untuk perizinan pengangkutan barang untuk memasok logistik, kita butuh kemudahan seperti itu,” kata dia.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah menjajaki komunikasi yang intens dengan sejumlah investor potensial dari sektor ritel modern untuk berinvestasi di proyek ibu Kota Negara (IKN). Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot Tanjung mengatakan komunikasi itu dilakukan dengan sejumlah entitas bisnis ritel modern dalam negeri.

Yuliot mengatakan langkah itu diambil untuk meningkatkan partisipasi swasta terkait dengan pembangunan IKN baru yang terletak di Kalimantan Timur tersebut. Selain pendanaan dari pemerintah, kata dia, investasi dari swasta juga bakal berperan penting untuk pembangunan IKN tersebut.

“Di samping penanggung otorita sendiri, BPKM juga akan menawarkan kepada investor potensial, pembicaraan dengan investor potensial mungkin sudah ada, dari perizinan ini akan ditindaklanjuti di sistem OSS [online single submission],” kata Yuliot melalui sambungan telepon, Senin (4/4/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi aprindo ritel modern IKN
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top