Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertalite Jadi BBM Penugasan, Pertamina Diminta Jaga Pasokan

Setelah ditetapkan sebagai BBM penugasan dan diprediksi terdapat kuota, kelangkaan Pertalite tidak akan terjadi selama pasokan dari Pertamina mencukupi.
Antrean kendaraan membeli Pertalite dengan harga khusus di jalur khusus yang telah disediakan pada SPBU yang berpartisipasi./Istimewa
Antrean kendaraan membeli Pertalite dengan harga khusus di jalur khusus yang telah disediakan pada SPBU yang berpartisipasi./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan harga Pertamax membuat masyarakat beralih menggunakan Pertalite. Alhasil, permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis tersebut meningkat tajam sehingga menyebabkan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU.

Peningkatan konsumsi Pertalite dipicu oleh kenaikan Pertamax dari sebelumnya Rp9.000 - Rp9.400 per liter menjadi Rp12.500 - Rp13.000 per liter, menyesuaikan dengan kenaikan harga minyak dunia.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan Pertalite menjadi Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) menggantikan Premium.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kuota JBKP bensin RON 90 atau jenis Pertalite pada tahun ini ditetapkan sebesar 23,05 juta kilo liter. Sementara realisasi penyaluran JBKP Pertalite sampai dengan Februari 2022 sebesar 4,258 juta kilo liter atau melebihi kuota Februari secara year to date.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menyebutkan ditetapkannya Pertalite menjadi BBM penugasan merupakan justifikasi bahwa subsidi Premium dapat dialihkan ke Pertalite. Menurutnya, penetapan Pertalite sebagai JBKP tidak akan menyebabkan kelangkaan asalkan Pertamina tetap menyuplai Pertalite sesuai kebutuhan.

“Ditetapkannya Pertalite sebagai BBM penugasan adalah justifikasi bahwa Pertalite bisa diberikan subsidi, yang dialihkan dari Premium ke Pertalite. Apabila terjadi kenaikan [konsumsi Pertalite], wajib memasok sesuai permintaan, agar tidak terjadi kelangkaan,” papar Fahmy kepada Bisnis, Senin (04/04/2022).

Dihubungi secara terpisah, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menerangkan pemerintah sebaiknya memberi ketentuan mengenai pihak-pihak yang berhak menggunakan Pertalite karena telah ditetapkan sebagai JBKP.

“Karena sudah jadi barang subsidi, pemerintah harus membuat ketentuan siapa yang boleh dan tidak boleh pakai [Pertalite]. Misalnya yang boleh untuk kendaraan roda dua, angkutan umum. Untuk kendaran PNS dan BUMN diharapkan untuk tidak menggunakan Pertalite. Selain itu juga, untuk mobil mewah dan keluaran baru juga untuk tidak mengisi Pertalite karena tidak sesuai dengan mesin mereka,”kata Mamit.

Mamit mengamini bahwa akan ada penetapan kuota Pertalite setelah ditetapkan sebagai BBM penugasan. Tetapi dia meyakini hal itu tidak akan memicu kelangkaan.

“Memang ada kuota [Pertalite] dari Pertamina. Akan tetapi Pertamina akan tetap menyalurkan [Pertalite] secara optimal. [Yang terjadi bukan kelangkaan] hanya panic buying akibat kenaikan harga [Pertamax],” imbuhnya.

Manajemen PT Pertamina (Persero) selaku badan usaha yang menjual bensin jenis Pertalite itu menepis anggapan mengenai kelangkaan Pertalite.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menyatakan perusahaan menjamin stok Pertalite. Bahkan, pihaknya sudah menggelontorkan 15 persen stok di atas konsumsi rata-rata Pertalite.

“Jadi tidak ada [kelangkaan], kami menjamin stok pada posisi yang baik di Pertamina. Kami menggelontorkan 15 persen di atas konsusmis rata-rata Pertalite di SPBU, sehingga stok terjamin," ungkap Alfian dalam acara Energy Corner, Senin (4/4/2022).

Alfian juga memastikan stok BBM Pertalite di daerah-daerah juga terjamin karena pihaknya telah melakukan inspeksi beberapa kali ke seluruh daerah. Inspeksi itu dilakukan mengingat apakah ada peralihan besar dari Pertamax ke Pertalite.

"Kami lihat di kota besar kondisi aman, antrean relatif lebih normal. Kita bisa penuhi ekspektasi masyarakat atas kebutuhan Pertalite," tandas Alfian.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper