Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kecelakaan Tragis China Eastern, Boeing Siap Bantu Penyelidikan

Boeing menyatakan akan berkomunikasi dengan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan menyiapkan ahli teknis untuk membantu penyelidikan atas kecelakaan China Eastern Airlines.
Sebuah pesawat China Eastern Airlines terlihat di Bandara Internasional Beijing, China, 22 Juli 2020/Antara-Reuters
Sebuah pesawat China Eastern Airlines terlihat di Bandara Internasional Beijing, China, 22 Juli 2020/Antara-Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen pesawat Boeing menyatakan dukungannya untuk membantu penyelidikan atas jatuhnya pesawat China Eastern Airlines yang mengoperasikan Boeing 737-800.

Berdasarkan cuitan di akun Twitter resminya, @Boeing yang dikutip, Selasa (22/3/2022), Boeing menyatakan akan berkomunikasi dengan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan menyiapkan ahli teknis untuk membantu penyelidikan yang dipimpin oleh Administrasi Penerbangan Sipil China.

"Pikiran kami bersama para penumpang dan awak China Eastern Airlines Penerbangan MU 5735. Kami bekerja sama dengan pelanggan maskapai kami dan siap mendukung mereka," ujar Boeing dari akun twitternya, Selasa (23/3/2022).

Adapun China Eastern Airlines menghentikan penerbangan seluruh armada Boeing 737-800 setelah terjadi kecelakaan tragis. Maskapai segera membekukan operasional 109 armada pesawat usai kejadian tersebut.

Sebagaimana diberitakan, satu pesawat China Eastern Airlines mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari ibu Kunming, Yunnan. Pesawat tengah menuju Guangzhou, yang berbatasan dengan Hong Kong. Pesawat buatan Boeing bernomor MU5735 membawa 123 penumpang dan sembilan awak itu jatuh di daerah perbukitan.

Pesawat langsung meledak sesaat setelah menghantam perbukitan, dilaporkan tidak ada yang selamat dari kejadian nahas tersebut.

Situs resmi China Eastern Airlines berubah menjadi hitam dan putih untuk berduka atas tragedi tersebut, dan menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada penumpang dan awak pesawat, dan berjanji untuk secara aktif bekerja sama dalam penyelidikan. 

Penerbangan MU5735 lepas landas dari bandara Kunming Changshui di Provinsi Yunnan, China Barat Daya pada pukul 13.15, dan dijadwalkan tiba di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China Selatan pada pukul 15.07. Pesawat itu membawa 132 orang di dalamnya, termasuk 123 penumpang, dan sembilan awak maskapai.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper