Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada KUR Bunga 3 Persen, Pedagang: Belum Minat, Harga Minyak Goreng Mahal

Sebagian besar mitra Sampoerna Retail Community (SRC) di Bandung mengaku belum berani untuk mengajukan pinjaman modal usaha ke PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. lantaran gejolak harga komoditas pangan yang masih berlanjut hingga awal tahun ini. 
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 15 Maret 2022  |  14:48 WIB
Ada KUR Bunga 3 Persen, Pedagang: Belum Minat, Harga Minyak Goreng Mahal
SVP Bisnis Usaha kecil dan Program BNI Sunarna Eka Nugraha (kiri) menyerahkan KUR secara simbolis kepada sejumlah mitra Sampoerna Retail Community (SRC) seusai kunjungan kerja dan dialog mitra SRC bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Hotel Pullman Bandung, Selasa (15/3/2022). - Nyoman Ary Wahyudi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sebagian besar mitra Sampoerna Retail Community (SRC) di Bandung mengaku belum berani untuk mengajukan pinjaman modal usaha ke PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. lantaran gejolak harga komoditas pangan yang masih berlanjut hingga awal tahun ini. 

Salah satu mitra SRC Bandung sekaligus pedagang kelontong Dadang mengatakan dirinya lebih yakin untuk menggunakan modal usaha pribadi ketimbang mengajukan kredit usaha rakyat atau KUR ke BNI. 

“Selama ini saya pakai modal sendiri, saya merasa bingung dengan kondisi sekarang karena omzetnya juga naik turun, takutnya kita gak kekejar untuk membayar cicilan itu,” kata Dadang saat kunjungan kerja dan dialog mitra SRC bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Hotel Pullman Bandung, Selasa (15/3/2022). 

Dadang beralasan turunnya omzet pedagang kelontongan di Bandung belakangan disebabkan karena naiknya harga komoditas pangan seperti minyak goreng dan gula. 

“Saya kemarin itu sampai beli minyak goreng mencapai Rp40.000 untuk 2 liter minyak goreng Filma,” kata dia. 

Sementara itu, Airlangga menuturkan plafon pinjaman KUR untuk usaha mikro kecil dan menengah mencapai Rp100 juta pada tahun ini. Adapun bunga pinjaman KUR itu dipangkas menjadi 3 persen setiap tahunnya. 

“Kalau cicilannya 3 persen setahun begitu sanggup ga?” tanya Airlangga kepada mitra SRC. 

Selain itu, pedagang kelontong sekaligus mitra SRC Nonoy mengatakan batas atas persentase cicilan KUR itu relatif tinggi dengan asumsi inflasi pada tahun ini yang terkerek naik akibat naiknya harga komoditas bahan baku dan pangan. 

“Kalau seandainya bunganya itu agak rendah untuk keadaan sekarang, saya mau, apalagi menghadapi harga minyak goreng saat ini, masa supermarket saja yang disubsidi seharusnya kan itu dari bawah, mohon maaf pak,” tutur Nonoy. 

Di sisi lain, Nonoy juga mengeluhkan harga minyak goreng yang masih tertahan tinggi di tengah masyarakat. Konsekuensinya, pedagang kelontong belakangan kesulitan untuk mencari barang jualan tersebut. 

Kendati demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bunga cicilan dari KUR itu relatif terjangkau bagi UMKM di tengah tren kenaikan harga pangan pada tahun ini. Dia meminta mitra SRC itu untuk mulai mengajukan pinjaman KUR ke bank untuk memaksimalkan pendapatan mereka. 

“Kalau tahun ini cicilannya 3 persen kalau KUR 100 juta, berarti cicilannya 3 juta itu per tahun,” kata Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm kredit usaha rakyat kur minyak goreng
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top