Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Konsumsi Anjlok Jelang Ramadan, Farmasi Jadi Penyumbang Terbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang konsumsi pada Februari 2022 turun 23,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya akibat impor produk farmasi.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 15 Maret 2022  |  12:48 WIB
Impor Konsumsi Anjlok Jelang Ramadan, Farmasi Jadi Penyumbang Terbesar
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya penurunan impor barang konsumsi selama Februari 2022 yang mencapai minus sebesar 23,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan penurunan impor barang konsumsi ini terjadi akibat anjloknya impor produk  farmasi.

“Dibandingkan Januari 2022 penurunan terjadi sebesar 23,85 persen terutama adalah terjadi penurunan impor berupa produk farmasi,” kata Margo dalam konferensi pers daring, Selasa (15/3/2022).

Lebih lanjut, Margo mengatakan bahwa secara tahunan (year-on-year/yoy) impor barang konsumsi juga turun sebesar 3,06 persen.

Dari data BPS, secara keseluruhan total impor turun 8,64 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Februari 2022. Penurunan tersebut diakibatkan oleh turunnya semua impor barang konsumsi, bahan baku/penolong, serta barang modal.

“Semuanya terjadi penurunan, tertinggi barang konsumsi,” papar Margo.

Sementara itu, secara struktur impor, golongan bahan baku/penolong berperan besar dalam total impor Februari 2022 sebesar 77,12 persen. Barang modal memberi andil impor sebesar 15,65 persen dan barang konsumsi sebesar 7,23 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan impor BPS
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top