Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hilton & Hyatt Putuskan Tak Bangun Hotel Baru di Rusia

Hyatt dan Hilton memutuskan tidak membangun proyek hotel baru di Rusia. Hal itu merupakan bentuk penentangan atas langkah Rusia menginvasi Ukraina.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  22:42 WIB
Hilton & Hyatt Putuskan Tak Bangun Hotel Baru di Rusia
Hilton Moscow Leningradskata Hotel. - TripAdvisor
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Hilton Worldwide Holdings dan Hyatt Hotels menangguhkan pengembangan hotel baru di Rusia, bergabung dengan reaksi berbagai perusahaan negara-negara Barat terhadap invasi terhadap Ukraina.

Keputusan itu, yang diumumkan pada Kamis (10/03/2022), mengikuti keputusan McDonald's, Starbucks, dan merek ikonik AS lainnya untuk berhenti berbisnis di negara tersebut.

Meskipun memutuskan untuk tidak membangum hotel-hotel baru, Hyatt Hotels dan Hilton Worldwide Holdings menyatakan bahwa mereka tidak akan menghentikan operasi hotel di Rusia yang sudah berjalan.

Selain menghentikan rencana pembangunan proyek hotel baru di Rusia, raksasa perhotelan tersebut menjanjikan dukungan untuk upaya kemanusiaan, demikian dilansir Bloomberg.

Hilton Worldwide Holdings menjalin kerja sama dengan American Express untuk menyumbangkan 1 juta malam kamar kepada para pengungsi Ukraina.

Hilton, yang menutup kantor perusahaannya di Moskwa, juga akan mengalokasikan keuntungan dari pengoperasian 26 hotelnya di Rusia untuk upaya bantuan bagi Ukraina.

Sementara itu, Hyatt mengatakan akan menangguhkan investasi baru di Rusia sambil menentukan cara terbaik untuk mendukung pekerja dan tamu di hotelnya di Rusia.

Rusia menginvasi Ukraina selama 2 pekan terakhir. Pada 6 tahun lalu, Rusia mengambil alih Semenanjung Krimea yang semua menjadi wilayah Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Perang Rusia Ukraina

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top