Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Tenaga Kerja AS Naik di Atas Ekspektasi, Jadi Katalis Kenaikan Suku Bunga The Fed

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan data nonfarm payrolls (NFP) AS meningkat 678,000 pada Februari.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Maret 2022  |  21:45 WIB
Belanja di AS. - .Bloomberg
Belanja di AS. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Angka lapangan kerja baru Amerika Serikat (AS) meningkat, sedangkan pertumbuhan upah melambat pada Februari 2022. Hal ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat yang kemungkinan meyakinkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada bulan Maret.

Dilansir Bloomberg, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan data nonfarm payrolls (NFP) AS meningkat 678,000 pada Februari, sekaligus mencatatkan angka terbesar pada Juli 2021. Kenaikan ini merata di seluruh sektor. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,8 persen, dan pendapatan rata-rata per jam turun tipis dari bulan sebelumnya.

Data ini lebih tinggi dari median proyeksi dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom, yang memperkirakan kenaikan 423.000 dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,9 persen.

Data tenaga kerja terakhir yang akan diterima The Fed sebelum pertemuan 15-16 Maret ini menyoroti pasar tenaga kerja yang terus membaik, meskipun masih ketat. Meskipun penurunan kasus Covid dan pelonggaran pembatasan kemungkinan membantu meningkatkan lapangan kerja, pengusaha masih berjuang untuk mengisi jumlah kekosongan tenaga kerja, sehingga sulit untuk memenuhi permintaan yang kuat dari rumah tangga dan bisnis.

Permintaan tenaga kerja kemungkinan akan terus melebihi pasokan, sekaligus membatasi laju pertumbuhan pekerjaan dan memberikan tekanan terhadap upah. Data penghasilan per jam rata-rata sedikit berubah di bulan Februari dan naik 5,1 persen dari tahun lalu, Sepentara itu, rata-rata jam kerja per pekan naik menjadi 34,7 jam.

Pelaku pasar fokus pada angka pendapatan rata-rata per jam yang datar, yang menyeret imbal hasil pada obligasi Treasury 10-tahun lebih rendah.

Meskipun pertumbuhan upah berada di bawah ekspektasi, data NFP yang positif dan tingkat pengangguran yang lebih rendah mendukung rencana the Fed untuk menaikkan suku bulan ini.

Gubernur The fed Jerome Powell menegaskan kembali rencana tersebut minggu ini setelah invasi Rusia ke Ukraina, yang telah menyebabkan lonjakan harga minyak, logam dan biji-bijian dan mengaburkan prospek ekonomi AS.

Dalam pidato di hadapan anggota parlemen hari Rabu, Powell mencatat penurunan partisipasi angkatan kerja berkontribusi terhadap inflasi upah dan inflasi aktual dan kekurangan tenaga kerja saat ini.

Beberapa sektor yang paling terpukul oleh pandemi mencatat kenaikan tenaga kerja yang kuat pada bulan Februari, termasuk restoran dan perawatan kesehatan. Layanan profesional dan bisnis juga meningkat, sementara upah konstruksi naik dengan laju terbesar sejak Maret.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as amerika serikat data ekonomi as nfp the fed
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top