Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Harga Migas Bikin Beban Subsidi APBN Bengkak

Tren harga migas dunia terus meningkat seiring dengan perang Rusia dan Ukraina di Eropa Timur.rnHarga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price mencapai US$95,45 per barel per 24 Februari 2022, melampaui asumsi ICP berdasarkan APBN 2022 hanya sekitar US$63 per barel.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 28 Februari 2022  |  17:33 WIB
Kenaikan Harga Migas Bikin Beban Subsidi APBN Bengkak
Kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Penguatan harga minyak dan gas bumi berpotensi membebani subsidi pemerintah terhadap komoditas tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan beban subsidi ini berpotensi melebihi asumsi APBN 2022.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan bahwa tren harga migas dunia terus meningkat seiring dengan perang Rusia dan Ukraina di Eropa Timur.

Kondisi ini sampai meningkatkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price hingga US$95,45 per barel per 24 Februari 2022. Sedangkan asumsi ICP berdasarkan APBN 2022 hanya sekitar US$63 per barel.

"Beban subsidi, khususnya BBM dan LPG juga meningkat dan bisa melebihi asumsi APBN 2022. Belum lagi biaya kompensasi BBM. Namun yang pasti, Pemerintah terus mengamankan pasokan BBM dan LPG," dalam keteranganya dikutip Senin (28/2/2022).

Kenaikan ICP ini menyebabkan harga keekonomian BBM meningkat. Alhasil menambah beban subsidi BBM dan LPG serta kompensasi BBM dalam APBN.

Kementerian mencatat setiap kenaikan US$1 per barel berdampak pada kenaikan subsidi LPG sekitar Rp1,47 triliun, subsidi minyak tanah sekitar Rp49 miliar, dan beban kompensasi BBM lebih dari Rp2,65 triliun.

Selain itu, kenaikan ICP juga memberikan dampak terhadap subsidi dan kompensasi listrik. Pasalnya saat ini masih terdapat penggunaan BBM dalam pembangkit listrik. Asumsinya, setiap kenaikan ICP sebesar US$1 per barel berdampak pada tambahan subsidi dan kompensasi listrik sebesar Rp295 miliar.

Peningkatan harga ini juga berdampak pada sektor transportasi dan industri yang mengonsumsi BBM non subsidi. Sebagaimana diketahui, subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2022 sebesar Rp77,5 triliun. Subsidi tersebut pada saat ICP sebesar US$63 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn migas Harga Minyak
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top