Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diaudit BPKP, Ini Hasil Nilai Angkasa Pura II

Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memaparkan PT Angkasa Pura II mendapat skor 89,974 yang dikategorikan sangat baik dalam hal tata kelola perusahaan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  08:41 WIB
Diaudit BPKP, Ini Hasil Nilai Angkasa Pura II
Pengelola Angkasa Pura II mengklaim mampu menghasilkan pendapatan Rp1 miliar per bulan dari biaya parkir kendaraan baik roda empat maupun roda dua di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru. a - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengkategorikan tata kelola perusahaan di PT Angkasa Pura II dengan nilai sangat baik dalam penilaian oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pada Exit Meeting Assesment GCG AP II 2021, yang digelar Jumat, 25 Februari 2022, BPKP memaparkan AP II mendapat skor 89,974 yang dikategorikan sangat baik.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan penilaian dilakukan terhadap sejumlah parameter penerapan GCG antara lain dalam Aspek Komitmen Terhadap Penerapan Tata Kelola Secara Berkelanjutan, Aspek Pemegang Saham dan RUPS/Pemilik Modal, Aspek Dewan Komisaris, Aspek Direksi dan Aspek Pengungkapan Informasi dan Transparansi.

Hasil penilaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak sehingga AP II dapat menerapkan GCG dengan ketat dalam kondisi apa pun.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak termasuk BPKP yang telah mendukung dan memberikan arahan untuk memperkuat sistem GCG di AP II. Kami sangat bersyukur bahwa di dalam kondisi penuh tantangan dampak dari pandemi Covid-19, AP II tetap dapat menerapkan GCG secara ketat," ujarnya melelyi diaran pers, Sabtu (26/2/2022).

AP II optimistis bahwa penerapan GCG dengan ketat merupakan kunci utama dalam membawa perusahaan untuk memberikan pelayanan kelas dunia di seluruh bandara yang kami kelola sehingga selalu sejajar dengan operator bandara kelas dunia lainnya.

Adapun AP II telah menjalankan berbagai program guna memastikan GCG berjalan dengan baik. Program-program tersebut antara lain adalah membangun Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) sesuai standar ISO 37001:2016 guna mengidentifikasi, mencegah dan Mengevaluasi risiko penyuapan.

Di samping itu, AP II juga telah memiliki sistem whistleblowing system terintegrasi secara elektronik dengan KPK sebagai inisiatif pencegahan praktik korupsi. Sistem terintegrasi ini juga memperkuat sistem pencegahan pelanggaran yang sudah dimiliki AP II.

AP II juga telah menandatangani MoU dengan Direktorat Jenderal Pajak terkait Integrasi Data Perpajakan guna mendukung peningkatan penerimaan negara dari pajak serta memperkuat penerapan GCG.

Secara internal, AP II sejak tahun lalu memiliki unit Satuan Kerja Audit Internal Terintegrasi (SKAIT) guna memastikan kesinambungan dan keselarasan dalam menjalankan audit di lingkungan perseroan.

“Bisnis dan portofolio AP II semakin besar dan diperlukan berbagai upaya untuk memastikan penerapan GCG. Berbagai upaya memperkuat GCG ini sangat mendukung AP II mencapai visi On Becoming Airport Enterprise Leader in the Region pada 2024,” jelas Muhammad Awaluddin.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten R. Bimo Gunung Abdulkadir menuturkan skor penerapan GCG AP II terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Apresiasi kepada AP II karena skor penilaian GCG terus mengalami pertumbuhan,” ujar R. Bimo Gunung Abdulkadir.

Adapun penilaian GCG di AP II oleh BPKP dilakukan setiap dua tahun sekali. Pada 2017 skor yang diperoleh AP II adalah 89,763, lalu naik pada 2019 menjadi 89,893, kemudian kembali naik pada 2021 ke 89,974.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

    Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

    bpkp angkasa pura ii
    Editor : Amanda Kusumawardhani
    Bagikan

    Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

    Artikel Terkait



    Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top