Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nasib Investasi Rusia di Refinery Tuban Setelah Serang Ukraina

Rusia melalui Rosneft memiliki proyek kilang minyak (refinery) di Tuban dengan kapasitas 300.000 barel per hari. Bagaimana nasib investasinya setelah menyerang Ukraina?
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  12:19 WIB
Ilustrasi refinery unit, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Nova Wahyudi
Ilustrasi refinery unit, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Tindakan Rusia serang Ukraina telah mengerek naik harga minyak dunia hingga mencapai US$100 per barel. Keadaan tersebut memicu kenaikan harga bahan bakar minyak di berbagai negara termasuk Indonesia.

Meski demikian, pemerintah optimistis ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina tidak mempengaruhi kerja sama Indonesia dan Rusia dalam pembangunan Kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban di Jawa Timur.

Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, menyatakan bahwa laporan yang diterimanya sejauh ini menunjukkan proyek itu tetap berjalan sesuai rencana.

“Kita belum melihat pengaruh ini terhadap proyek Rosneft di Tuban,” jelas Tutuka dilansir dalam keterangannya, Jumat (25/2/2022).

Kilang Tuban adalah proyek kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan Rusia, Rosneft. Kilang Tuban rencananya dibangun dengan kapasitas pengolahan sebesar 300.000 barel per hari (BOPD).

Adapun volume BBM yang akan diproduksi adalah 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel. Selain itu, akan dihasilkan pula 4 juta liter avtur per hari serta produksi petrokimia sebesar 4,25 juta ton per tahun.

Tutuka menilai komitmen Rosneft terhadap proyek Kilang Tuban cukup baik meskipun tahapan untuk pembangunan kilang tersebut terbilang panjang. Saat ini masih dalam tahap studi dan pembebasan lahan, sesuai dengan target yang ditetapkan.

“Progresnya saya rasa cukup baik, sesuai dengan target dan ini dilihat baik oleh Rusia bahwa kita mengerjakan ini dengan kerja sama yang baik,” pungkas Tutuka.

Pemerintah memberikan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) melalui Kepmen ESDM No. 807/2016 tentang Penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dalam Pembangunan dan Pengoperasian Kilang Minyak di Tuban, Jawa Timur. Selain itu Pemerintah juga telah memberikan alokasi gas domestik dan fasilitasi untuk memberi kemudahan perizinan.

Proyek Kilang Tuban adalah proyek yang sangat strategis karena pembangunan kilang minyak akan terintegrasi dengan petrokimia. Pembangunan kilang bertujuan mewujudkan ketahanan energi nasional, memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mengurangi impor BBM.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina rusia kementerian esdm ukraina refinery Perang Rusia Ukraina
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top