Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Lima Agenda Prioritas Kemenhub Pada 2022

Menhub menjelaskan ada tiga Key Performance Indicator (KPI) utama dalam program kerja tersebut. Pertama yakni peningkatan konektivitas nasional, peningkatan layanan transportasi, dan peningkatan keselamatan transportasi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  20:19 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi menjajal motor listrik buatan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam negeri.  - ANTARA/Citro Atmoko
Menhub Budi Karya Sumadi menjajal motor listrik buatan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam negeri. - ANTARA/Citro Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong lima agenda prioritas pada program kerja 2022.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dalam pelaksanaan program kerja 2022, Kemenhub telah menyusun secara rinci Renstra Kementerian Perhubungan 2020-2024. Rujukannya adalah berdasarkan kepada Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah (RPJMN).

Menhub menjelaskan ada tiga Key Performance Indicator (KPI) utama dalam program kerja tersebut. Pertama yakni peningkatan konektivitas nasional, peningkatan layanan transportasi, dan peningkatan keselamatan transportasi.

“Pada 2022, Kemenhub berkomitmen melaksanakan lima agenda prioritas, yaitu pengembangan konektivitas dan aksesibilitas dalam mendukung sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas, Logistik, Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP), Ibu Kota Negara (IKN), serta pemenuhan kebutuhan SDM Transportasi yang link and match dengan industri,” ujarnya keterangan resmi, Kamis (24/2/2022).

Hingga tahun lalu, tuturnya, sudah banyak upaya dan capaian yang dilakukan di sektor transportasi, termasuk pada saat pandemi. Misalnya seperti pembangunan sejumlah bandara, pelabuhan, terminal, stasiun, juga sarana transportasi seperti MRT, LRT, dan kereta bandara. Namun Budi mengharapkan kepada jajarannya agar tidak lantas berpuas diri dan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat.

Data BPS menunjukan pada triwulan III/2020 sektor transportasi dan pergudangan terkontraksi sebesar -16,7 persen (y-on-y). Setelah itu, Budi menyebutkan telah melakukan upaya perbaikan yang tercermin dalam data BPS pada triwulan IV/2021. Pada periode tersebut, sektor transportasi dan pergudangan telah tumbuh signifikan mencapai 7,93 persen (y-on-y). Berdasarkan asumsi Ekonomi Makro yang disusun Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan tumbuh mencapai 5,2 - 5,5 persen pada tahun 2022 dan 5,3 - 5,9 persen pada 2023.

Tak hanya itu, pada tahun ini, Kemenhub juga sekaligus menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan Tahun 2023. Arah kebijakan Kemenhub pada 2023 merujuk kepada Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023 yang bertema “Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Sejumlah upaya yang dilakukan yaitu mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas SDM, pembangunan rendah karbon dan transisi energi, serta pembangunan Ibu Kota Negara.

Menurutnya, diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengatasi tantangan yang ada di sektor transportasi. Saat ini, sebutnya, sektor transportasi masih diwarnai oleh tantangan yang berupa keterbatasan fiskal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), meningkatnya kebutuhan pendanaan infrastruktur transportasi, hingga belum optimalnya pelayanan transportasi yang terintegrasi, kurangnya tingkat kesadaran akan keselamatan transportasi, hingga pengembangan transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan guna menghadapi isu pemanasan global dan perubahan iklim.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top