Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Ungkap Pemulihan Ekonomi 2021 Tingkatkan Emisi Karbon

United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat bahwa pada Januari—Mei 2021 kembali terjadi kenaikan emisi karbon secara global. Produksi CO2 itu bahkan melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19 sehingga menimbulkan efek buruk bagi iklim.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  12:25 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Pemulihan ekonomi pada 2021 menyebabkan kenaikan emisi karbon yang sangat tinggi, bahkan melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19. Hal tersebut menjadi lampu merah bagi masyarakat global, terutama di tengah upaya normalisasi ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 sempat membuat suhu permukaan bumi menurun. Berkurangnya aktivitas masyarakat membuat emisi karbon atau CO2 turun hingga 6,4 persen pada awal 2020.

Meskipun begitu, United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat bahwa pada Januari—Mei 2021 kembali terjadi kenaikan emisi karbon secara global. Produksi CO2 itu bahkan melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19 sehingga menimbulkan efek buruk bagi iklim.

"Pada saat dunia sudah mengalami pemulihan ekonomi, kita melihat tingkat emisi global dari terutama sektor energi, industri, dan residensi kembali melonjak pada level yang bahkan lebih tinggi dari periode sebelum pandemi Covid-19," ujar Sri Mulyani dalam gelaran Bisnis Indonesia Green Economy Outlook, Selasa (22/2/2022).

UNEP mencatat bahwa pada tahun lalu terjadi kenaikan suhu permukaan bumi hingga 2,7°C dan negara-negara anggota G20 menyumbang 78 persen dari semua emisi karbon. UNEP pun mendorong agar seluruh dunia, terutama negara-negara maju menekan emisi karbon demi mencegah krisis iklim.

Menurut Sri Mulyani, terdapat konsekuensi dari periode pemulihan ekonomi 2021 lalu terhadap kenaikan emisi karbon. Seluruh dunia berupaya memulihkan kondisi perekonomian setelah terpukul oleh pandemi Covid-19 pada 2020, sehingga produksi karbon melonjak.

Hal tersebut menjadi tantangan besar bagi dunia karena aktivitas ekonomi akan terus berjalan. Oleh karena itu, perlu adanya desain pengembangan ekonomi yang tidak memperburuk kondisi iklim.

"Ini menjadi suatu tantangan bagaimana di dalam kondisi pasca pandemi kita mampu mendesain pemulihan ekonomi yang lebih hijau, di mana emisi karbonnya menjadi lebih rendah," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjadi pembicara utama dalam Bisnis Indonesia Green Economy Outlook. Acara itu mengusung tema Arah Kebijakan Indonesia dan Tantangan dalam Mewujudkan Green Economy.

Gelaran Bisnis Indonesia Green Economy Outlook dapat anda saksikan dalam tautan berikut: https://youtu.be/aRueX75ZEJE.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani emisi karbon pemulihan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top