Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Konsumsi Semen Januari 2022, Luar Pulau Jawa Tumbuh Ekspansif

Konsumsi semen dalam negeri naik 7,6 persen secara year-on-year pada Januari 2022 dengan serapan di luar Pulau Jawa tumbuh ekspansif.
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Konsumsi semen domestik tercatat naik 7,6 persen secara year-on-year pada Januari 2022, dimana serapan di luar Pulau Jawa mengalami pertumbuhan yang ekspansif.

Menurut catatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen di Pulau Jawa pada bulan lalu justru turun 1 persen menjadi 2,7 juta ton. Penurunan di Pulau Jawa pada Januari 2022 melanjutkan koreksi angka konsumsi pada Desember 2021 sebesar 1,7 persen.  

"Konsumsi semen dalam negeri meningkat tajam terutama di luar Pulau Jawa. Sedangkan konsumsi semen di Pulau Jawa stagnan, malah turun," kata Ketua Umum ASI Widodo Santoso kepada Bisnis, Senin (21/2/2022).

Pertumbuhan serapan tercatat di sejumlah kawasan seperti Sumatra naik 4 persen menjadi 1,14 juta ton, Sulawesi naik 43,7 persen menjadi 0,60 juta ton, Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 29 persen menjadi 0,28 juta ton, serta Maluku dan Papua naik 33 persen menjadi 0,2 juta ton. Alhasil, total konsumsi dalam negeri pada bulan lalu 5,28 juta ton, naik 7,6 persen dibandingkan Januari tahun lalu.  

Widodo mengatakan penurunan konsumsi semen di Pulau Jawa pada bulan pertama 2022 ditengarai karena penularan Covid-19 yang tinggi sehingga menggerus penjualan. Sementara itu, angka serapan 5,28 juta ton pada bulan lalu mengalami penurunan 500.000 ton atau sekitar 8,7 persen jika dibandingkan capaian Desember 2021.

Widodo melanjutkan konsumsi dalam negeri pada tahun ini akan tumbuh pada kisaran 4 persen hingga 5 persen, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2022.

"Semoga perkembangan Covid-19 varian Omicron tidak menganggu jalannya pembangunan infrastruktur dan proyek strategis di tanah air, begitu juga pembangunan properti dan perumahan masyarakat," ujarnya.

Adapun, konsumsi semen sepanjang tahun lalu tercatat 66,21 juta ton, naik 5,9 persen dari 2020 sebesar 62,51 juta ton. Tetapi, angka konsumsi 2021 masih di bawah capaian 2019 sebesar 69,99 juta ton.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper