Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siap-Siap! Tahun 2023 Indonesia Bertekad Lepas dari Middle Income Trap

Bappenas targetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 di kisaran 5,3-5,9 persen sebagai langkah untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045.
Sejumlah alat berat beroperasi dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Kamis (26/8/2021). Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Juli mencapai Rp 336,9 triliun atau setara 2,04 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)./Antara
Sejumlah alat berat beroperasi dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Kamis (26/8/2021). Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Juli mencapai Rp 336,9 triliun atau setara 2,04 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjadikan tahun 2023 sebagai tahun persiapan landasan untuk bertransformasi dan menuju negara maju, sesuai dengan cita-cita yang tertuang dalam Visi Indonesia 2045.

Adapun visi tersebut adalah keluar dari middle income trap sebelum tahun 2045 dan menjadi negara dengan pendapatan tinggi.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, agar dapat meningkatkan produktivitas dan menyiapkan landasan untuk transformasi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan, maka sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 adalah 5,3-5,9 persen.

Dia menjelaskan, sasaran pertumbuhan ekonomi ini nantinya akan menjadi basis perhitungan bagi sasaran pembangunan lainnya, perhitungan dalam menentukan sasaran pertumbuhan ekonomi provinsi  dan menjadi basis perhitungan bagi sasaran ataupun indikator di sisi produksi maupun sisi permintaan serta menjadi basis untuk menentukan indikator-indikator kinerja pembangunan yang dituangkan dalam RKP dan kemudian akan tertuang dalam rencana kerja kementerian.

"Oleh sebab itu, di sisi pengeluaran nantinya Indonesia akan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produktivitas perekonomian terutama dari sisi investasi dan ekspor, karena investasi diperkirakan bisa tumbuh lebih tinggi dan ekspor pun juga bisa meningkat lebih baik dibandingkan tahun 2022," kata Amalia dalam Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2023 dikutip Jumat (18/2/2022).

Sementara dari sisi produksi, katanya, tentunya perekonomian akan didorong oleh pertumbuhan industri pengolahan yang diharapkan pertumbuhan industri pengolahan ini lebih tinggi dari pertumbuhan PDB sehingga share ataupun peranannya terhadap perekonomian akan lebih meningkat, yakni diatas 20 persen.

Sasaran pertumbuhan ekonomi wilayah tahun 2023 telah ditargetkan oleh Bappenas, dimana untuk wilayah Sumatera ditargetkan tumbuh sekitar 4,7-5,2 persen dengan share sekitar 21,4 persen.

Kemudian, untuk wilayah Jawa-Bali pertumbuhan sekitar 5,3-5,8 persen dengan share 58,8 persen, Kalimantan dan Sulawesi masing-masing pada kisaran 5,5-6,0 persen dengan share 8,3 persen dan 7,1-7,8 persen dengan share 8,3 serta Maluku, Papua dan Nusa Tenggara masing-masing di kisaran 9,2-10,0 persen, 7,3-8,4 persen dan 5,1-5,7 persen dengan share 0,7 persen, 2,1 persen dan 1,5 persen.

Bappenas berharap, sumber ekonominya merupakan sumber pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan produktivitas di masing-masing provinsi.

"Dengan demikian, nanti secara agregat akan meningkatkan produktivitas perekonomian Indonesia," ungkap Amalia.

Adapun, Indonesia sudah bisa kembali pulih ke kuartal II/2021 dan sepanjang tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyentuh positif sebesar 3,7 persen. Kendati demikian, Indonesia memiliki momentum untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 dan 2023.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper