Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenparekraf Dorong Peran Desa Wisata NTB Jelang MotoGP 2022

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan melakukan inovasi untuk membuat para turis yang menonton MotoGP memperlama waktu tinggalnya dengan tinggal di desa wisata.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 14 Februari 2022  |  21:23 WIB
Kemenparekraf Dorong Peran Desa Wisata NTB Jelang MotoGP 2022
Wisatawan lokal berkunjung ke Desa Wisata Kuta, Lombok usai acara Superbike. Sirkuit Mandalika kini menarik perhatian wisatawan lokal untuk berfoto di sekitar sirkuit. - Bisnis/Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong keterlibatan sejumlah desa wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk ambil bagian dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa menjelaskan akan melakukan inovasi untuk memulihkan pariwisata dengan membuat para turis yang menonton MotoGP memperlama waktu tinggalnya.

Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional. Tak hanya pada acara utama MotoGP, pemerintah akan berupaya memanfaatkan sejumlah kegiatan sampingan MotoGP dan G20 untuk mempromosikan pariwisata melalui kehadiran desa wisata.

“Kita dorong wisata minat khusus dalam hal ini bagaimana para pengunjung yang sedang datang ke Mandalika bisa menambah lama tinggalnya dengan mengunjungi desa wisata,” kata Handayani kepada Bisnis, (14/2/2022). 

Selain mempromosikan Rinjani dan Gili-Gilir, Rizki mengatakan bahwa kekuatan Provinsi NTB sejak dahulu adalah desa wisata.

“Kekuatan NTB dari dulu adalah community participation, dilihat dari desa wisata tersebut yang bisa kita angkat adalah ada yang memang mereka bersifat tradisional, desa sasak. Mereka menawarkan keunikan dari arsitektur rumah,” jelas Handayani.

Selain Desa Sasak, ada juga Desa Bili Bante. Desa tersebut mengembangkan makanan berdasarkan hasil produk lokal. Para wisatawan dapat melihat bagaimana makanan olahan dari rumput laut dibuat.

Selain makanan, dalam aspek wealthness dan spa, wisatawan dapat melihat bagaimana produk tersebut dibuat menggunakan bahan lokal.

Menurut Handayani, saat ini dalam persiapan MotoGP isu yang muncul adalah isu akomodasi. Sayangnya, belum ada data lengkap dari kegiatan tes pramusim Mandalika yang dapat dijadikan acuan untuk bulan mendatang.

Ia melaporkan bahwa secara rata-rata okupansi hotel di wilayah tersebut sebesar 50 persen. Tetapi, hal itu belum diketahui pasti,karena lokasi yang dekat dengan sirkuit pasti lebih tinggi okupansinya.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menambahkan bahwa saat ini untuk persiapan MotoGP sudah dilakukan kolaborasi.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) turut serta dalam kolaborasi ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata MotoGP DESA WISATA
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top