Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Tahu Tempe Bakal Naik hingga Mei, Ini Penyebabnya

Kemendag memprediksi harga tahu tempe bakal terus naik hingga Mei sejalan dengan kenaikan harga impor kedelai.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 11 Februari 2022  |  19:42 WIB
Harga Tahu Tempe Bakal Naik hingga Mei, Ini Penyebabnya
Perajin membuat tempe berbahan baku kedelai impor yang kini harganya naik dari Rp9.600 menjadi Rp10.300 per kilogram di sentra perajin tempe di Sanan, Malang, Jawa Timur, Selasa (11/1/2022). ANTARA FOTO - Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan tren kenaikan harga kedelai impor bakal berlanjut hingga Mei 2022. Kenaikan harga komoditas impor itu belakangan turut menggerek naik harga tahu dan tempe sejak awal tahun ini.

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai impor pada pekan pertama Februari 2022 sudah menyentuh di posisi US$15,77 per bushel atau sekitar Rp11.240 per kilogram. Angka itu sudah mengalami peningkatan 19 persen dari posisi US$13,77 per bushel pada akhir Januari 2022.

“Hal ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan sampai Mei yang harganya bisa mencapai US$15,79 per bushel. Selanjutnya, tren itu baru akan turun bulan Juli dan turunnya di angka US$15,74 per bushel di tingkat importir,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan saat konferensi pers daring, Jumat (11/2/2022).

Oke menambahkan kenaikan harga kedelai di tingkat dunia itu dipengaruhi karena turunnya pasokan dari produsen utama seperti Brazil pada awal tahun ini. Selain itu, inflasi Amerika Serikat di posisi 7 persen turut mengungkit harga bahan produksi di tingkat dunia.

Kendati demikian, Oke memastikan, kementeriannya telah mendapat komitmen impor dari Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) untuk tetap memenuhi pasokan dalam negeri. Hingga pekan pertama Februari 2022, ketersediaan kedelai dalam negeri tercatat sebesar 140 ribu ton. Adapun, impor kedelai sebanyak 160.000 ton bakal masuk pada akhir Februari.

“Diperkirakan cukup untuk memenuhi dua bulan ke depan, dalam kondisi dunia yang sulit ini kemendag meminta importir untuk menjaga ketersediaan kedelai walaupun harga tinggi,” tuturnya.

Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) mencatat harga kedelai di tingkat pengrajin sudah di kisaran Rp10.800 hingga Rp11.000.

Konsekuensinya, harga tempe mengalami kenaikan berkisar di angka 10.300 hingga Rp10.600 per kilogram pada pekan pertama bulan ini. Di sisi lain, harga tahu tercatat berada di harga Rp52.400 hingga Rp53.700 per papannya atau setara dengan Rp700 per potong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kedelai tempe tahu tempe
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top