Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Goreng Masih Stabil Tinggi di Pasaran, Apa Masalahnya?

Harga komoditas minyak goreng terpantau masih stabil tinggi di pasaran.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  10:22 WIB
Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Harga komoditas pangan, khususnya minyak goreng secara rerata nasional terpantau masih stabil tinggi.

Padahal, sebelumnya pemerintah sudah mengalokasikan minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter untuk kebutuhan secara nasional.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), per tanggal 25 Januari 2022 tercatat harga minyak goreng curah Rp18.800 per kg, minyak goreng kemasan bermerek I Rp21.000 per kg dan harga minyak goreng bermerek II Rp20.400 per kg.

Operasi pasar belum maksimal

Kebijakan operasi pasar yang dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng ternyata belum merata.

Salah satunya di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo Sudarna mengatakan, harga minyak goreng di pasaran diakui belum ada tanda-tanda penurunan.

Hal itu karena operasi pasar yang belum dilakukan secara merata. Sebelumnya, ia mengaku mendapatkan alokasi 6.000 liter dari Disperindag DIY. Namun operasi pasar minyak goreng ini hanya menyasar desa-desa dan pedagang kreatif di alun-alun Wates. Alasannya karena diminta harus membayar terlebih dahulu baru dipasok.

Dari berbagai elemen dan instansi yang ditawari kerja sama melakukan operasi pasar minyak goreng, dikatakan, hanya pemerintah desa yang sanggup membayar awal.

"Untuk mendapatkan alokasi minyak goreng (satu harga itu), harus membayar terlebih dahulu, sehingga hanya ada beberapa desa yang sanggup membayar dahulu, baru dipasok," jelasnya dikutip dari Antara.

Dengan kondisi itu, menurutnya harga minyak goreng diprediksi masih akan lama mengalami penurunan di pasar. Karena para pedagang akan memilih untuk menghabiskan stok mereka terlebih dahulu.

Sementara itu kondisi yang sama juga terjadi di Banda Aceh.

Harga minyak goreng curah terpantau masih stabil tinggi hingga saat ini.

Hal itu karena para pedagang memilih untuk menghabiskan stok yang sebelumnya dibeli dengan harga tinggi.

"Kalau yang curah masih Rp20 ribu per kilogram, sementara harga minyak goreng kemasan juga bertahan di harga Rp20 ribu per kilogram. Kami masih berpatokan pada harga lama," kata Rusman, pedagang di Pasar Almahirah, Lamdingin, Kota banda Aceh.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top