Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kenji Kanasugi

Kenji Kanasugi

Duta Besar Jepang untuk Indonesia
email Lihat artikel saya lainnya

Opini: Jepang Bersemangat Bangun Sektor Properti Indonesia

Keterlibatan Jepang di sektor properti memiliki sejarah yang panjang. Proyek properti pertama yang dibangun dengan dukungan Jepang adalah Hotel Indonesia.
Bisnis.com - 21 Januari 2022  |  07:39 WIB
Warga memanfaatkan momen Ibu Kota sepi dengan berfoto dan berolahraga di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (5/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Warga memanfaatkan momen Ibu Kota sepi dengan berfoto dan berolahraga di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (5/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Tahukah Anda di bidang apa Jepang banyak melakukan investasi di Indonesia selama ini? Investasi di sektor otomotif dan alat elektronik sudah dikenal banyak orang.

Namun sesungguhnya, bidang properti juga menerima investasi yang sama banyaknya. Dalam 10 tahun terakhir nilai investasinya tembus hingga US$3 miliar yang mencakup sekitar 1.100 proyek.

Tidak hanya dari sisi skala, investasi Jepang di bidang properti telah lama memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia melalui berbagai bentuk, seperti kawasan industri, perumahan, dan pusat perbelanjaan, serta menopang kemajuan perekonomian negeri ini.

Perusahaan-perusahaan Jepang ingin terus berkontribusi melalui investasi di bidang properti untuk mewujudkan kehidupan berkualitas tinggi yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia. Keterlibatan Jepang di sektor ini memiliki sejarah yang panjang. Proyek properti pertama yang dibangun dengan dukungan Jepang adalah Hotel Indonesia.

Lebih dari 60 tahun lalu, konstruksi hotel tersebut dimulai satu tahun setelah terjalinnya hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia pada 1958, dan mulai beroperasi sebagai hotel bintang lima pertama di Asia Tenggara pada Agustus 1962. Pembangunan Hotel Indonesia direncanakan berkaitan dengan ajang Asian Games ke-4 pada 1962.

Sampai hari ini Hotel Indonesia tetap menjadi ikon kawasan pusat ibu kota Jakarta. Sebagai buktinya nama hotel tersebut telah menjadi bagian dari nama stasiun MRT, yaitu ‘Bundaran HI’. Selanjutnya, investasi dari Jepang di bidang properti terus bergulir mendukung kemajuan perekonomian Indonesia.

Karena kenaikan nilai yen menyusul Perjanjian Plaza pada 1985, tren pembangunan pabrik otomobil dan alat elektronik perusahaan Jepang di Indonesia semakin meningkat. Untuk itu, pada awal 1990-an, perusahaan Jepang dan mitranya dari Indonesia mendirikan perusahaan patungan dan mengembangkan kawasan industri berskala besar mulai dari kawasan sekitar Bekasi, sebelah timur Jakarta, sampai Cikampek, Jawa Barat.

Pembangunan kawasan industri ini dilaksanakan dengan cakupan yang luas, mulai dari infrastruktur seperti jalan, listrik, air, dan gas, sampai fasilitas untuk para pekerja pabrik seperti pusat perbelanjaan, perumahan, dan fasilitas budaya dan pendidikan.

Pembangunan tata kelola kota seperti ini mendorong investasi dari luar negeri, termasuk perusahaan Jepang dan sejauh ini sekitar 2.000 perusahaan asal Negeri Sakura membangun usaha di Indonesia dan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan ekonomi.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin stabil dan kenaikan pendapatan masyarakat, kebutuhan akan tempat tinggal yang berkualitas pun meningkat pesat. Perusahaan Jepang berinvestasi untuk mewujudkan hal ini.

Perusahaan besar konstruksi asal Negeri Matahari Terbit ikut menggarap proyek perumahan berskala besar yang dilengkapi dengan pusat perbelanjaan di kawasan sekitar kota besar. Hal ini guna menjawab permintaan masyarakat atas perbaikan akses ke pusat perbelanjaan. Selain itu, untuk memenuhi permintaan masyarakat akan rumah berkualitas dengan harga yang terjangkau, perusahaan Jepang berkontribusi pula di dalamnya.

Konstruksi dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan material sesuai dengan iklim dan cuaca Indonesia. Disediakan pula fasilitas kredit rumah jangka panjang. Tidak berhenti di daerah sekitar Jakarta saja, untuk merespons kebutuhan penduduk yang tinggal di daerah lain, pembangunan rumah tinggal berkualitas sedang dilaksanakan juga di Makassar.

Dalam mengembangkan properti di masa mendatang, gaya hidup masyarakat Indonesia akan terus berubah, sehingga bisnis properti perlu menyesuaikannya.

Untuk dapat merespons perubahan gaya hidup tersebut, belakangan ini perusahaan Indonesia dan Jepang bekerja sama untuk mengembangkan Kota Deltamas dan BSD dengan menerapkan konsep kota pintar (smart city).

Pada Oktober tahun lalu, saya sempat meninjau salah satu proyek yang ada dan secara langsung menyaksikan pembangunan perumahan yang menawarkan kemudahan akses dan bertema kehidupan berkualitas tinggi termasuk tingkat keamanan yang tinggi dengan memanfaatkan teknologi digital.

MRT Jakarta mulai beroperasi pada 2019 dan saat ini pembangunan perpanjangan jalur yang menuju ke utara sedang berlangsung. Pembangunan Jalur Timur—Barat MRT juga direncanakan di masa mendatang. Alhasil diperkirakan akan ada transisi ke gaya hidup baru di kota yang berpusat pada penggunaan kereta api.

Saya berpikir pembangunan kawasan sekitar stasiun yang dilengkapi dengan akses langsung ke stasiun, seperti yang disebut sebagai pengembangan berorientasi penggunaan transportasi publik (transit oriented development/ TOD) termasuk area sepanjang jalur MRT, bakal meningkat.

Perusahaan Jepang diharapkan akan terus menggagas tempat tinggal yang berkualitas lebih tinggi kepada masyarakat Indonesia melalui investasi di bidang properti, serta tetap berkontribusi pada kemajuan perekonomian Indonesia.

Di samping itu, saya harap, perusahaan Jepang dapat berperan dalam pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur seperti yang direncanakan Pemerintah Indonesia.

Saya bertekad untuk terus memberikan dukungan kuat pada investasi Jepang di bidang properti di Indonesia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang properti otomotif
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top