Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gojek Tumbuhkan Pendapatan UMKM dan Pengusaha Pemula di Balikpapan

Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi menyatakan pendapatan Mitra UMKM GoFood di Balikpapan rata-rata naik 82 persen pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  19:40 WIB
Pengemudi Gojek saat mengambil pesanan Go Food dari salah satu UMKM. - Istimewa
Pengemudi Gojek saat mengambil pesanan Go Food dari salah satu UMKM. - Istimewa

Bisnis.com, SAMARINDA –- Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyebutkan ekosistem Gojek menumbuhkan pendapatan UMKM dan pengusaha pemula di Balikpapan selama pandemi Covid-19. 

Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi menyatakan pendapatan Mitra UMKM GoFood di Balikpapan rata-rata naik 82 persen pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

“1 dari 8 mitra UMKM di Kota Balikpapan bergabung ke GoFood saat pandemi dan 1 dari 3 mitra UMKM adalah pengusaha pemula yang langsung go-digital,” ujarnya, Jum’at (21/1/2022).

Dia melanjutkan sebanyak 3 dari 4 UMKM  mempercayai layanan GoFood mendorong pertumbuhan usaha. Menurutnya, sebagian besar UMKM menganggap biaya komisi GoFood sudah sesuai dengan manfaat yang didapatkan oleh pelaku usaha. 

Alfindra memaparkan keberadaan ekosistem Gojek membantu meningkatkan pendapatan mitra driver dan UMKM selama pandemi Covid-19. Dalam penelitian ini, kata Alfindra, sebanyak 89 persen konsumen Balikpapan akan tetap menggunakan aplikasi Gojek meski tanpa promo.

“Hal tersebut mencerminkan persepsi positif konsumen terhadap ekosistem Gojek sebagai  platform yang mendukung masyarakat untuk tetap produktif dan aman di masa pandemi,” paparnya.

Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C.K Walandouw mengungkapkan kecepatan pemulihan melalui peningkatan pendapatan khususnya UMKM yang berada di ekosistem Gojek, serta loyalitas konsumen berdampak positif pada pemulihan ekonomi Indonesia pada masa pandemi.

Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan Mitra UMKM GoFood naik rata-rata naik 66 persen di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020.

Secara nasional, kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) diperkirakan mencapai  1,6 persen dari PDB Indonesia, atau sekitar Rp 249 triliun pada 2021.

“Kontribusi ekonomi ini meningkat 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” terang Paksi.

Sebagai informasi, angka kontribusi Gojek baik di tingkat kota Balikpapan maupun nasional dihitung berdasarkan total pendapatan (sumbangan langsung) dari mitra driver GoRide dan GoCar di sektor transportasi darat.

Kemudian, total pendapatan dari platform Gojek (sumbangan tidak langsung) dari mitra UMKM GoFood, UMKM social seller, dan mitra UMKM GoTo financial, serta dampak ekonomi ikutan (multiplier) yang dihitung dari total output untuk sektor perhubungan darat dan sektor penyediaan jasa dan minuman berdasar tabel input output.

Riset LD FEB UI dilakukan di 16 kota dengan responden riset ini adalah konsumen, UMKM, mitra driver dan mitra kurir yang sudah menggunakan layanan Gojek sebelum pandemi (sejak Maret 2020).

Total responden yang mengisi kuesioner secara lengkap dan dapat dilakukan analisis adalah 42.471 orang, terdiri dari 10.837 mitra driver GoRide, 9.756 mitra driver GoCar, 7.228 mitra driver GoSend dan GoKilat, 4.363 mitra UMKM GoFood, 1.728 mitra UMKM social seller, dan 8.559 konsumen.

Mayoritas  responden (95 persen) tersebar di 21 kota dan pengumpulan data dilakukan secara online dengan pendekatan simple random sampling (margin of error 2 persen, level of confidence 95 persen).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Gojek Goto
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top