Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspansi Kapasitas Produksi Keramik Ditarget 35 juta Meter Persegi di 2022

Industri keramik dalam negeri bakal meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 35 juta meter persegi pada tahun ini, setelah pada tahun lalu berhasil berekspansi 13 juta meter persegi.
Ilustrasi./Istimewa
Ilustrasi./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Industri keramik dalam negeri bakal meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 35 juta meter persegi pada tahun ini, setelah pada tahun lalu berhasil berekspansi 13 juta meter persegi.

Penambahan tersebut menjadikan total kapasitas terpasang industri keramik lokal sebesar 586 juta meter persegi, dari tahun lalu yang mencapai 551 juta meter persegi.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, ekspansi dan bergulirnya investasi baru dimungkinkan dengan peningkatan utilitas produksi industri yang sepanjang 2021 telah pulih ke angka 75 persen.

Salah satu faktor pendorongnya, yakni serapan harga gas industri US$6 per MMBTU.

Tahun ini, Edy menargetkan utilitas produksi bisa kembali meningkat ke angka 85 persen.

“Penyerapan atau pemanfaatan gas oleh industri keramik nasional juga meningkat terus seiring dengan kenaikan tingkat utilisasi, dan ditambah dengan ekspansi baru,” katanya kepada Bisnis, Rabu (19/1/2022).

Adapun, total nilai investasi untuk ekspansi kapasitas produksi tahun ini diperkirakan sekitar Rp3 triliun, dengan penyerapan sekira 3.000 tenaga kerja baru.

Selain faktor harga gas industri, kata dia, optimisme industri pada tahun ini juga didorong oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen, dan mulai membaiknya sektor properti dengan dukungan pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah hingga akhir 2022.

Sementara itu, produksi keramik pada 2021 mengalami pertumbuhan sekitar 35 persen menjadi 400 juta hingga 410 juta meter persegi, dari angka di 2020 yang berkisar 304 juta meter persegi.

Pada 2022, Asaki menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 15 persen, menjadi 460 juta hingga 470 juta meter persegi.

Peningkatan kinerja industri manufaktur tecermin dalam proyeksi Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) kuartal I/2022. Pada kuartal IV/2021, BI mencatat PMI sebesar 51,84 persen dan akan berlanjut pada kuartal I/2022 dengan proyeksi sebesar 53,83 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper