Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Begini Persiapan Pelabuhan Tanjung Priok Percepat NLE

Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok mengakselerasi program NLE dengan menyiapkan rencana kerja 2022.
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengakselerasi program untuk dapat mendukung Ekosistem Logistik Nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE).

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Wisnu Handoko menjelaskan dalam rencana kerja (outlook) 2022 akan berupaya mengembangkan Terminal Booking dan Return Cargo (TBRC) untuk payment, receiving impor dan ekspor, booking online, truck check, receipt slip sehingga ke depannya akan lebih tertata dan lebih baik sehingga Tanjung Priok bisa lebih cepat dalam mendukung Nasional Logistic System (NLE).

"Hal ini nantinya akan terkolaborasi dengan komunitas logistik lainnya," ujarnya, Selasa (18/1/2022).

Wisnu menjelaskan ada beberapa sistem pelayanan yang telah berjalan di Pelabuhan Tanjung Priok dan beberapa hal yang menjadi fokus pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Pelabuhan Tanjung Priok.

GM Pelindo (Persero) Regional 2 Cabang Tanjung Priok Silo Santoso menyampaikan realisasi pencapaian mengenai kapal, barang, dan penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dia menyampaikan pada 2021 ini pergerakan kapal di Pelabuhan mengalami peningkatan 4,89 persen dibandingkan dengan pada 2020. Sementara itu, Gross Tonnage (GT) mengalami penurunan 6,09 persen.Penurunan GT yang signifikan terjadi di kapal-kapal luar negeri, hal ini dikarenakan kondisi pandemi yang masih terjadi dan pemulihan ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

Adapun pergerakan barang di Pelabuhan Tanjung Priok mengalami peningkatan baik yang peti kemas maupun yang non peti kemas, sedangkan untuk penumpang yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok meningkat baik yang embarkasi maupun debarkasi. Hal ini dikarenakan meningkatnya animo masyarakat dalam menggunakan transportasi laut (kapal penumpang).

"Kita berharap tahun ini bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi," jelasnya.

Tercatat hingga awal Januari 2022 sudah tembus hampir 7.000-an pemegang STID di Pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan perusahaan yang telah disetujui permohonan melakukan kegiatan usaha (PMKU) sebanyak 320 perusahaan. Kondisi TKBM di Priok juga dinilaincukup kondusif sampai saat ini.

Hasil Pleno TKBM dari registrasi TKBM 2021 di Pelabuhan Priok berjumlah 2.213 TKBM baik yang berusia di bawah 50 tahun maupun di atas 50 tahun.

Selanjutnya, jumlah perusahaan pelayaran yang berkegiatan di pelabuhan Priok mencapai 248 perusahaan, keagenan kapal 94 perusahaan, 106 Perusahaan Bongkar Muat (PBM), 178 Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) dan 566 Perusahaan Trucking.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper