Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pariwisata Dilonggarkan, Produksi Plastik Hilir Diproyeksi Capai 7,8 Juta Ton

Produksi plastik hilir tahun ini diproyeksi tumbuh di atas 5 persen, dengan asumsi tidak ada gelombang pandemi Covid-19 selanjutnya. Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) mencatat, produksi plastik hilir pada tahun lalu stagnan di angka 7,2 juta ton.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  15:32 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Dwi Prasetya
Ilustrasi. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi plastik hilir tahun ini diproyeksi tumbuh di atas 5 persen, dengan asumsi tidak ada gelombang pandemi Covid-19 selanjutnya. Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) mencatat, produksi plastik hilir pada tahun lalu stagnan di angka 7,2 juta ton.

Sekjen Inaplas Fajar Budiyono berharap, volume produksi tersebut bisa tumbuh menjadi 7,6 juta ton hingga 7,8 juta ton pada 2022. Salah satu faktor pendorongnya adalah kinerja subsektor pesta, serta makanan dan minuman di lini pariwisata yang sudah mencapai 75 persen sampai dengan akhir tahun lalu.

“Proyeksi [produksi plastik hilir] lumayan bagus, karena pesta dan pariwisata mulai banyak dilonggarkan,” kata Fajar saat dihubungi Bisnis, Senin (17/1/2022).

Pemulihan sektor pariwisata, lanjut Fajar, telah ikut mengerek konsumsi plastik kaku (rigid plastic) dan kemasan fleksibel (flexible packaging). Dia berharap, utilitas produksi industri hilir dapat mencapai di atas 80 persen pada tahun ini.

Fajar melanjutkan, volume produksi pada tahun lalu relatif stagnan karena masih dalam fase pemulihan. Meski demikian, volume plastik impor terpantau mengalami penurunan signifikan, sehingga menaikkan utilitas di beberapa jenis produk, seperti kemasan makanan berorientasi ekspor.

Selain itu, produk plastik yang berhubungan dengan farmasi dan kesehatan juga mengalami pertumbuhan di atas 20 persen, meski secara volume belum bisa mengerek total produksi industri.

Hand sanitizer, kemudian masker, dan farmasi tumbuhnya di atas 20 persen, tetapi itu kan secara volume kalau dibandingkan dengan [produk] yang lain cenderung kecil, karena makanan-minuman hampir 35 persen,” jelasnya.

Sebelumnya, Fajar mengatakan bahwa investasi di industri plastik hilir diperkirakan akan mencapai US$500 juta, atau sekitar Rp71,17 triliun pada tahun ini.

Nilai investasi tersebut akan mengalir ke penggantian mesin untuk menyesuaikan fluktuasi harga komoditas yang ikut mengerek harga bahan baku. Regenerasi mesin diperlukan ketika industriawan menggunakan bahan baku alternatif yang lebih efisien.

Selain itu, pelaku industri di plastik hilir juga tengah membidik pasar-pasar baru atau memecah market yang sudah ada. Pergeseran pola hidup dan gaya belanja masyarakat ditengarai menjadi pendorongnya. Adapun, investasi di industri plastik hulu dapat mencapai US$300 miliar sampai dengan 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inaplas plastik kemasan
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top